JABAR EKSPRES – Truk pengangkut material tambang yang melintas di sepanjang Jalan Padalarang-Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga menjadi salah satu penyumbang polusi udara berupa debu putih yang selama ini dikeluhkan warga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat menyebut, selain aktivitas industri pengolahan hasil tambang, kendaraan bak terbuka yang mengangkut material tambang juga diduga menghasilkan sebaran debu di sepanjang jalur tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Adjie, mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan tim Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPLH).
Baca Juga:Implementasi B50 Dinilai Berpotensi Menaikkan Biaya Perawatan Mesin, Meski Perkuat Ketahanan EnergiMenkeu Kaji Ulang Pajak Pencairan JHT, Fokus pada Aspek Keadilan Peserta
“Truk-truk bak terbuka yang mengangkut hasil tambang juga sedikit banyaknya diduga menyumbang terhadap polusi udara. Namun yang terbesar kami duga dari industri pengolahannya,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026).
Menurut Ibrahim, saat ini DLH masih melakukan pendalaman untuk memastikan besaran kontribusi masing-masing sumber pencemar, termasuk aktivitas industri pengolahan hasil tambang dan kendaraan pengangkut material.
Tim PPLH telah melakukan verifikasi lapangan di sejumlah titik di kawasan Padalarang-Cipatat sejak pekan lalu serta memanggil perusahaan-perusahaan pengolah hasil tambang untuk dimintai keterangan.
“Pada hari Selasa minggu kemarin, teman-teman dari PPLH sudah melakukan verifikasi lapangan di beberapa titik di kawasan Cipatat,” katanya.
Hingga kini, satu perusahaan pengolah batuan gamping telah dimintai keterangan sebagai bagian dari proses investigasi.
“Dan hari ini juga masih berlangsung, teman-teman PPLH memintai keterangan dari satu perusahaan untuk pendalaman lebih lanjut,” ucap Ibrahim.
Meski demikian, ia menegaskan proses investigasi masih berlangsung sehingga DLH belum dapat menyimpulkan sumber utama pencemaran.
Baca Juga:Peringatan Harganas ke-33, Bupati Cecep: Keluarga Tangguh Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045Warga Keluhkan Truk Tronton Penuhi Jalan Raya Klapanunggal Bogor, Macet hingga Jalur Cepat Rusak
“Dugaan sebenarnya sudah ada, tapi belum bisa kami publikasikan karena masih praduga. Kami masih menunggu hasil pendalaman,” tandasnya. (Wit)
