Pemkab KBB Fokus Penanganan Eceng Gondok di Dua Desa Sekitar Waduk Saguling

Pemkab KBB Fokus Penanganan Eceng Gondok di Dua Desa Sekitar Waduk Saguling
Pemkab KBB Fokus Penanganan Eceng Gondok di Dua Desa Sekitar Waduk Saguling
0 Komentar

Jabar Ekspres – Dua desa di sekitar Waduk Saguling menjadi prioritas penanganan eceng gondok menyusul semakin meluasnya sebaran gulma air yang berdampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memfokuskan penanganan di Desa Rancapanggung dan Desa Batulayang, Kecamatan Cililin. Kedua desa tersebut menjadi wilayah prioritas karena berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan Waduk Saguling dan terdampak penyebaran eceng gondok yang kian masif.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bandung Barat, Rini Sartika, ditunjuk sebagai koordinator penanganan eceng gondok di kawasan tersebut. Menurutnya, dari total sekitar 120 hektare sebaran eceng gondok, sekitar 78 hektare berada di dua desa yang menjadi fokus pembersihan.

Baca Juga:Mahasiswa Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University Gelar Clay CalmingGOOD RUN 5K, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University Ubah Teori Jadi Aksi Nyata Bagi Masyarakat

“Secara bertahap kita akan menyisir area yang dekat dengan permukiman warga, terutama yang disinyalir menjadi lokasi berkembangnya nyamuk dalam jumlah besar,” kata Rini saat kegiatan pembersihan eceng gondok di Waduk Saguling, Senin (29/6/2026).

Ia mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Indonesia Power UBP Saguling, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat sekitar.

Pada tahap awal, petugas mengerahkan dua alat berat dan empat perahu ponton untuk mempercepat pengangkatan eceng gondok yang menutupi permukaan waduk.

Rini menjelaskan, pembersihan tidak hanya bertujuan mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menjaga kelancaran aktivitas perairan serta mengantisipasi dampak lanjutan terhadap kesehatan masyarakat akibat berkembangnya populasi nyamuk.

“Selain pemberantasan wabah nyamuk, kita juga dalam rangka berpartisipasi menjaga stabilitas energi. Sekarang krisis listrik, wabah nyamuk, aktivitas air, dan eceng yang penyebarannya masif,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar