Jabar Ekspres – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampaikan progres penataan Gedung Sate. Salah satunya terkait pengecatan gedung bersejarah tersebut.
Dedi Mulyadi menjelaskan, saat ini memang tengah dilakukan pengecatan terhadap Gedung Sate. Dan yang terpenting, pengecatan kali ini menggunakan cat berstandar khusus.
“Saya enggak tahu sudah berapa puluh tahun tidak pernah dicat dengan menggunakan cat standar. Sehingga kalau selama ini kelihatan catnya blepotan, karena memang bukan menggunakan cat standar. Jadi ngecatnya cat dari toko, baru dicat-in, pasti blepotan,” katanya, Senin (29/6).
Baca Juga:Bhakti Kencana University Terapkan Ilmu Publisitas Kampanye PR dan Event Lewat “Aksi Cilik Siaga Bencana”Mahasiswa Ilmu Komunikasi Bhakti Kencana University Gelar Clay Calming
Dedi menjelaskan, dengan cat standar itu ia yakin bahwa Gedung Sate bakal tampil lebih baik. “Gedung Sate tidak akan blepotan lagi karena dia sudah bermake-up sesuai dengan make-up aslinya,” jelasnya.
Dedi menuturkan, pengecatan Gedung Sate itu menggunakan alokasi anggaran yang memang telah dialokasikan. “Dari pemeliharaan yang dulu biasa digunakan, hari ini digunakan sebagaimana mestinya, sesuai dengan peruntukannya. Sehingga anggaran itu tepat dan cepat penanganan dan pengelolaannya,” cetusnya.
Sementara itu, berdasarkan data SIRUP, alokasi anggaran itu tidak sedikit. Tercatat program Pekerjaan Pengecataan Gedung Sate itu dianggarkan oleh Biro Umum senilai Rp 8,5 miliar.
Selain itu, Biro Umum juga mengalokasikan anggaran penunjang. Misalnya jasa konsultasi pengawasan pengecatan senilai Rp 464 juta. Termasuk jasa konsultasi perencanaan pengecatan senilai Rp 98 juta.
Selain pengecatan, kawasan Gedung Sate juga tengah berbenah. Salah satunya proyek penataan halaman Gedung Sate. Proyek itu juga masih berproses. Targetnya bisa tuntas sebelum pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.(son)
