Libur Masak, Paguyuban Relawan SPPG Tasikmalaya Ajak Mitra Lengkapi Perizinan

Libur Masak, Paguyuban Relawan SPPG Tasikmalaya Ajak Mitra Lengkapi Perizinan
Ketua Paguyuban Relawan SPPG Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Supriatna. Foto: Hendi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masa libur sekolah yang menyebabkan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sementara dihentikan dinilai sebagai kesempatan penting untuk melakukan evaluasi dan pembenahan dapur penyelenggara program.

Paguyuban Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Tasikmalaya mengajak seluruh mitra memanfaatkan jeda pelayanan tersebut untuk memperbaiki sarana, sistem, hingga kelengkapan administrasi dapur.

Ketua Paguyuban Relawan SPPG Kabupaten Tasikmalaya, Ucu Supriatna, mengatakan penghentian sementara layanan MBG selama libur sekolah harus dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dapur agar lebih siap saat program kembali berjalan.

Baca Juga:21 Dapur MBG di Tasikmalaya Masih Berhenti, Satu SPPG Kena Suspen Akibat Sarpras Tak MemadaiRibuan Relawan Gelar Aksi Damai, Dukung Keberlanjutan Program MBG di Tasikmalaya

Pernyataan tersebut disampaikan Ucu usai mengikuti aksi dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pengelola dapur MBG, baik yang berkaitan dengan fasilitas fisik maupun kelengkapan administrasi. Ia mengakui belum seluruh dapur memenuhi standar ideal karena sebagian dibangun dalam skema percepatan untuk mendukung pelaksanaan program nasional tersebut.

“Masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Mulai dari perbaikan epoxy lantai, penataan ulang layout dapur, penyempurnaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga berbagai sarana pendukung lainnya. Ini saat yang tepat untuk berbenah karena pelayanan sedang libur,” kata Ucu.

Selain pembenahan fisik, Ucu juga menekankan pentingnya percepatan pengurusan berbagai dokumen perizinan yang menjadi syarat operasional dapur MBG. Menurutnya, seluruh mitra harus memanfaatkan waktu libur untuk melengkapi dokumen yang masih kurang agar tidak menjadi kendala saat kegiatan kembali berjalan.

“Selagi libur, mitra harus segera melengkapi semuanya. Mulai dari Surat Layak Higiene Sanitasi (SLHS), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), IPAL, HACCP hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Semua itu penting untuk menjamin standar keamanan dan kualitas layanan,” ujarnya.

Ucu juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, kritik yang disampaikan sejatinya bertujuan mendorong perbaikan dan penyempurnaan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

“Kami memandang kritik sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki program. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana semua pihak berkolaborasi agar standar dapur semakin baik dan pelayanan kepada penerima manfaat semakin berkualitas,” katanya.

0 Komentar