“Perlu diingat bahwa ukuran keberhasilan pemerintahan seharusnya tidak berhenti pada dokumen dan laporan, melainkan pada manfaat yang dirasakan publik,” tutup Gubernur Jabar.
Sementara itu, di tempat yang sama, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Reda Manthovani mengingatkan para praja, mengenai berbagai tantangan yang akan dihadapi Indonesia menuju 2045, mulai dari dinamika geopolitik global, disrupsi teknologi, polarisasi sosial, hingga ancaman korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
“Calon pemimpin daerah harus memiliki kemampuan beradaptasi, membangun kolaborasi, serta menjaga stabilitas daerah melalui sinergi yang kuat dengan aparat penegak hukum,” imbuhnya.
Baca Juga:BPJS Jadi Syarat Pedagang di Marketplace Dapat Insetif, Diskon Biaya Layanan 50 Persen Konsumen dan Prodesen Sama-sama Dilindungi, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
“Kalian harus menjadi pelayan masyarakat yang mampu mengambil keputusan, menjadi manajer krisis, membangun kolaborasi, dan menjaga stabilitas daerah,” pungkas Reda. (Bas)
