Selain itu, Mulyati mengungkapkan pelaku dikenal cukup sering berbincang dengan dirinya dan sang suami. Pelaku mengaku bekerja sebagai debt collector serta beberapa kali menceritakan masalah penglihatannya yang disebut memiliki minus sangat tinggi.
Meski pernah melihat pelaku bersikap kasar ketika mabuk, Mulyati mengaku tidak pernah membayangkan bahwa di balik pintu kamar tersebut diduga terjadi tindak kekerasan terhadap korban.
“Memang kalau habis minum suka emosian. Pernah juga ngajak ribut orang, tapi kami tidak menyangka sampai ada kejadian seperti ini,” tuturnya.
