Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Bogor Minta Warga Hemat Air 

Antisipasi Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Bogor Minta Warga Hemat Air 
Kalak BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat. Foto: Sandika/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor meminta masyarakat mulai menghemat penggunaan air untuk menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Puncak musim kemarau sendiri diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan langkah antisipasi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Sejak awal tahun, BPBD telah melakukan berbagai upaya pencegahan.

“Sebenarnya kami sudah memberikan peringatan sejak Februari, salah satunya dengan bersurat agar toren-toren yang sudah dibangun bersama Disperkim dipersiapkan dan diisi saat masih musim hujan,” ujar Ade kepada wartawan, Senin (22/6/2026).

Baca Juga:BPBD Kabupaten Bogor Prediksi Puncak Kekeringan Terjadi Agustus-September3 Kecamatan di Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak

Ade menjelaskan, saat ini terdapat 189 toren air yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Keberadaan fasilitas tersebut dinilai cukup membantu masyarakat dalam menghadapi berkurangnya pasokan air bersih saat musim kemarau.

“Jadi kami sudah melakukan sosialisasi terkait potensi bencana kekeringan. Toren-toren yang kami siagakan juga kelihatannya bermanfaat dan masih bisa menahan kebutuhan air bersih masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Ade, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menghadapi musim kemarau dengan menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.

Penghematan air dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan seluruh warga.

Ia mencontohkan penggunaan air secukupnya saat berwudu sebagai bentuk penghematan yang bisa diterapkan sehari-hari.

“Rasulullah SAW berwudhu hanya dengan sekitar 500 mililiter air. Bayangkan kalau lima juta penduduk Bogor menghemat lima liter air dalam satu hari, berarti ada 25 juta liter air yang bisa dihemat,” jelasnya.

Baca Juga:DKPP KBB Waspadai Penurunan Produksi Gabah hingga 15 Persen Akibat KekeringanKekeringan Melanda Nanggung Bogor, 217 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih

BPBD Kabupaten Bogor mengingatkan masyarakat agar mulai membiasakan penggunaan air secara efisien karena sejumlah wilayah telah mulai mengalami kekeringan.

Langkah penghematan dinilai menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau 2026.

0 Komentar