“Seru karena bisa belajar budaya Sunda sambil main permainan tradisional, terus ada juga edukasi soal rempah dan senjata tradisional. Ditambah tempatnya juga estetik jadi bisa sekalian foto-foto, jadi menyenangkan juga buat anak muda kayak aku,” katanya.
Sementara itu, Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menyebut program KULTURA: Sunda Ngariung menjadi bagian dari pengembangan fungsi edukasi di kawasan Kebun Raya Bogor yang tidak hanya menekankan aspek lingkungan, tetapi juga budaya.
Ia menjelaskan, kebun raya memiliki lima fungsi utama yang saling terhubung, yakni konservasi, riset, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan. Karena itu, pengembangan program wisata tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi edukasi dan pelestarian kawasan.
Baca Juga:Idul Adha Turut Putar Roda Sektor Pariwisata, Bogor PrimadonaDorong Destinasi Unggulan, Bupati Bogor Siapkan SK untuk 13 Desa Wisata
“Edukasi yang kami hadirkan bukan hanya lingkungan, tetapi juga terkait kebudayaan seperti saat ini salah satunya menghadirkan eduwisata khusus budaya Sunda yang dikemas dalam pengalaman wisata,” kata Marga di Kebun Raya Bogor, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Marga, penyelenggaraan program KULTURA: Sunda Ngariung juga bertepatan dengan momentum libur sekolah sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi keluarga dan pelajar yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor.
“Ini bisa dibilang salah satu program kami untuk mengoptimalkan momen liburan sekolah. Kami ingin pengunjung datang tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukasi, termasuk mengenal budaya Sunda,” ujarnya.
Adapun Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dadan Moh. Nurjaman, mengatakan Kebun Raya Bogor tidak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan edukatif.
Sebagai pengelola infrastruktur Kebun Raya Bogor, BRIN menyambut baik kolaborasi yang menghadirkan unsur budaya ke dalam ruang edukasi di kawasan tersebut.
Menurutnya, program seperti KULTURA: Sunda Ngariung dapat menjadi sarana bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, untuk mengenal budaya Indonesia di tengah lingkungan konservasi.
“Saya menyambut baik bahwa Kebun Raya ini selain sebagai sarana edukasi terkait koleksi hayati, juga bisa menjadi sarana untuk melestarikan budaya yang merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang diwariskan para pendahulu kita,” ujar Dadan di Kebun Raya Bogor, Sabtu (20/6/2026).
