Penjualan Seragam Sekolah di Bandung Belum Ramai, Pedagang Sebut Daya Beli Warga Menurun

Pekerja melayani calon pembeli seragam sekolah di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (8/7/2026). Pemilik tok
Pekerja melayani calon pembeli seragam sekolah di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (8/7/2026). Pemilik toko seragam sekolah menyatakan, jelang tahun ajaran baru 2026/2027 seragam yang dijual dari harga Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per set tersebut mengalami peningkatan sebanyak 100 persen. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Jabarekspres – Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, penjualan seragam sekolah di Kota Bandung belum menunjukkan lonjakan signifikan. Pedagang menilai kondisi ekonomi masyarakat dan jadwal masuk sekolah yang masih berlangsung menjadi penyebab belum ramainya transaksi.

Pemilik Toko Seragam Resko, Siti Aisyah, mengatakan hingga saat ini penurunan penjualan belum terlihat secara signifikan. Namun, aktivitas belanja seragam belum seramai periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau penurunan belum terlalu kelihatan. Mungkin karena proses penerimaan siswa baru belum selesai. Biasanya seminggu menjelang masuk sekolah toko sudah ramai, sekarang sudah ada pembeli, tapi belum seramai biasanya. Mungkin nanti saat benar-benar mendekati hari masuk sekolah baru akan meningkat,” kata Siti Aisyah kepada wartawan.

Baca Juga:Dipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di CineamDipicu Api dari Tungku Tradisional, Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Cineam

Menurutnya, belum maksimalnya penjualan dipengaruhi oleh dua faktor, yakni jadwal masuk sekolah yang relatif mepet serta kondisi ekonomi masyarakat yang masih belum pulih.

“Dua-duanya berpengaruh. Jadwal masuk sekolah berdekatan, sementara kondisi ekonomi masyarakat juga sedang sulit,” ujarnya.

Di sisi lain, pelaku usaha juga menghadapi kenaikan biaya produksi. Siti mengungkapkan harga bahan baku kain mengalami kenaikan cukup tinggi.

“Harga kain sudah naik sekitar 60 persen. Ongkos jahit juga kemungkinan akan naik. Tetapi kami masih mempertahankan harga lama karena stok barang di toko masih banyak. Penyesuaian harga kemungkinan baru dilakukan sekitar bulan Agustus,” ungkapnya.

Meski demikian, kebutuhan seragam sekolah tetap tinggi. Seragam untuk jenjang SD, SMP, SMA hingga seragam Pramuka masih menjadi produk yang paling banyak dicari konsumen.

Siti menyebut, tokonya masih dikunjungi sekitar 100 pembeli setiap hari, terlebih karena banyak konsumen yang datang dari luar Kota Bandung selama masa liburan sekolah.

“Alhamdulillah masih ramai. Dalam sehari sekitar seratus orang datang ke toko. Pembeli dari luar daerah juga cukup banyak saat musim liburan,” katanya.

Baca Juga:Co,ma Coffee Matter Hadirkan Deretan Menu Baru, Butter Tteok Empat Varian Andalan Pecinta Bakery di BandungRebranding Jadi Alaiya, Ratri Wijaya Hadirkan Daily Wear Nyaman dan Ajak UMKM Lokal Naik Kelas

Meski jumlah pengunjung masih tinggi, pola belanja masyarakat mengalami perubahan. Menurut Siti, konsumen dari kalangan menengah ke bawah kini cenderung membeli seragam secara bertahap dibandingkan membeli satu paket sekaligus.

“Kalau dulu banyak yang langsung beli dua set seragam. Sekarang banyak yang beli satu set dulu atau bahkan membeli secara satuan. Kondisi ekonomi memang terasa. Sementara untuk masyarakat menengah ke atas, selama barang tersedia biasanya tetap membeli sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

0 Komentar