JABAR EKSPRES – Siapa sangka, tumpukan koran bekas yang sering diabaikan justru menjadi ladang usaha yang menjanjikan bagi perajin di Kabupaten Ciamis.
Asep Sopandi, warga Bojonghuni, berhasil mengubah limbah kertas tersebut menjadi berbagai produk kerajinan artistik yang kini dipasarkan hingga ke berbagai provinsi di Indonesia. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas pelaku UMKM mampu mengangkat nilai ekonomi dari barang yang tak terpakai.
Melalui brand Revcycle Art, Asep memproduksi aneka kerajinan seperti kotak tisu, tempat air mineral, jam dinding, miniatur Rumah Gadang, hingga hiasan burung merak.
Baca Juga:Sudah ke Jakarta Fair? Jangan Lewatkan Produk UMKM Lokal di Bright Store by PertaminaHadapi Musim Kemarau, Pemkab Bogor Normalisasi Irigasi untuk Selamatkan 800 Hektare Sawah
Karya-karya ini tidak hanya unik karena terbuat dari bahan daur ulang, tetapi juga memiliki nilai seni yang tinggi, sehingga banyak diminati oleh konsumen.
Berbagai produk kerajinan tersebut dipamerkan dan dijual di Gerai UMKM Ciamis yang terletak di Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis. Gerai ini menjadi pusat promosi produk-produk unggulan daerah dan wadah pendampingan bagi pelaku UMKM setempat.
Selain kerajinan koran, gerai tersebut juga menampilkan produk olahan makanan, kerajinan batok kelapa, lukisan, dan kriya kayu.
Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Kabupaten Ciamis, Wahyu Ghifary Setiawan, menuturkan bahwa gerai ini merupakan fasilitas dari pemerintah daerah untuk membantu pelaku UMKM memperluas promosi.
“Gerai ini diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar UMKM lokal,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Saat ini, puluhan produk UMKM telah dipasarkan melalui gerai tersebut dan berhasil menarik minat konsumen dari berbagai daerah di Indonesia. Ini menandakan bahwa produk kerajinan dari Ciamis mampu bersaing di pasar nasional.
Menurut Asep, proses pembuatan kerajinan dari koran bekas membutuhkan ketelitian. Koran dilinting menjadi gulungan kecil, lalu dirangkai menjadi berbagai bentuk. Untuk membuat hiasan burung merak yang rumit, ia membutuhkan waktu pengerjaan hingga satu minggu.
Baca Juga:Cungkil Kaca Dapur, Maling Gondol Uang dan Tablet Kasir Kafe di CibinongPemkab Tasikmalaya Siapkan Mal Pelayanan Publik, Urus KTP hingga Izin Usaha Cukup di Satu Tempat
Ide pemanfaatan koran bekas ini muncul karena bahan baku yang melimpah dari bank sampah. “Kalau dijual kiloan nilainya kecil, tapi setelah diolah jadi kerajinan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat,” kata Asep.
Tak hanya berhenti di situ, ia juga berinovasi mengolah galon plastik bekas menjadi pot tanaman berbentuk hewan yang menarik.
