Minyak Dunia Melemah, Harga Pertamax Bakal Turun?

Minyak Dunia Melemah, Harga Pertamax Bakal Turun?
Pengendara mengisi bahan bakar non-subsidi di SPBU Pertamina Jalan Riau, Bandung, Rabu (10/6/2026). PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Melemahnya harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir membuka harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat berharap agar harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Green juga ikut turun.

Diketahui penurunan harga minyak dunia dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026.

Perkembangan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar energi global. Harga minyak Brent yang sebelumnya sempat melonjak akibat konflik di kawasan Timur Tengah kini kembali bergerak turun dan berada di bawah level US$ 80 per barel.

Baca Juga:Ternyata Ini Alasan Purbaya Temui Menkeu China!Tebar Kemanfaatan, Polres Tasikmalaya Adakan Khitanan Massal hingga Pengobatan Gratis

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menyebut bahwa harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, berpeluang mengalami penurunan jika harga minyak mentah dunia turun.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara (jubir) Kementerian ESDM Dwi Anggia di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

“Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun,” ujarnya, dikutip Kamis (18/6).

Anggia menuturkan bahwa, penetapan harga BBM nonsubsidi yang belum lama ini mengalami kenaikan signifikan tersebut, didasarkan pada perkembangan harga pasar dan harga keekonomian.

Untuk itu, kata dia, pergerakan harga minyak mentah global akan sangat berpengaruh secara langsung terhadap harga jual BBM di dalam negeri.

Adapun terkait harga BBM subsidi, Anggia menyebut bahwa pemerintah tidak menetapkan kenaikan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian ini.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, ia mengaku pemerintah pada akhirnya harus melakukan penyesuaian setelah adanya diskusi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta.

Baca Juga:Longsor di Cibeureum-Tasikmalaya Kian Mengkhawatirkan, Bahu Jalan Kabupaten Habis TergerusESDM Bantah Samakan BBM Pertamax dengan Solar: Ini Fitnah!

“Dengan fluktuasi harga yang semakin dinamis, para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian,” tuturnya.

“Kalau ditanya akan turun nggak harga minyak dunia, turun. Pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM nonsubsidi,” pungkasnya.

0 Komentar