JABAR EKSPRES – Penertiban bangunan di sepanjang Jalan Terusan Pasir Koja, Kota Bandung, berlanjut pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan hari kedua pelaksanaan pembongkaran bangunan yang berdiri di kawasan tersebut.
Proses penertiban dimulai sejak siang hari dan hingga pukul 15.00 WIB masih berlangsung. Untuk mempercepat pembongkaran, satu unit alat berat milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dikerahkan ke lokasi.
Lapak Kayu hingga Pos Linmas Dibongkar
Bangunan yang ditertibkan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari lapak penjualan kayu dan triplek, warung, kios barang antik, hingga Pos Linmas RW 05 Kelurahan Sukahaji.
Baca Juga:Cungkil Kaca Dapur, Maling Gondol Uang dan Tablet Kasir Kafe di CibinongPemkab Tasikmalaya Siapkan Mal Pelayanan Publik, Urus KTP hingga Izin Usaha Cukup di Satu Tempat
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 174 bangunan liar yang menjadi sasaran penertiban di kawasan tersebut.
Puluhan petugas gabungan turut diterjunkan untuk mendukung proses pembongkaran. Mereka berasal dari Satpol PP, PLN, petugas kebersihan, Linmas, serta mendapat pengamanan dari aparat TNI Angkatan Laut.
Hingga sore hari, bangunan di sisi kiri Jalan Terusan Pasir Koja hingga Simpang Jalan Peta hampir seluruhnya telah dirobohkan. Sementara itu, bangunan di sisi kanan jalan masih tampak berdiri, meski banyak warga mulai mengamankan barang-barang mereka secara mandiri.
Salah seorang warga, Rara, mengaku tidak mempermasalahkan apabila sebagian bangunan lapaknya dibongkar. Namun, ia berharap pemerintah segera merealisasikan rencana penataan kawasan setelah penertiban selesai dilakukan.
“Saya tidak masalah. Tapi tindak lanjutnya. Misal kalau trotoarnya mau dibangun ya segera. Jangan sampai nanti dimanfaatkan oknum lagi,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Deden. Ia mengaku tidak keberatan lapaknya dibongkar, tetapi berharap ada kompensasi dari pemerintah karena masih memiliki kewajiban cicilan yang belum lunas.
“Yang penting Ibu dapat kompensasi gitunya. Terus, lantaran Ibu di sini teh punya utang. Ini teh tadinya beli ke orang lain, sekarang teh Ibu teh nyicil ke bank, jadi belum lunas uangnya gitu. Jadi kalau ini Ibu enggak dikasih, Ibu dari mana bayarnya,” sebutnya. (son)
