“Saya jemput bola langsung ke tingkat pusat. Upaya itu kita lakukan karena untuk perbaikan dari anggaran APBD Banjar tidak memungkinkan. Sehingga kita berupaya untuk meminta bantuan dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi,” kata Sudarsono.
Ia juga menegaskan bahwa upaya ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Banjar. Ia berharap, dengan adanya perbaikan sarana dan prasarana yang memadai, proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif. Guru pun dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, sementara siswa merasa nyaman dan aman selama berada di lingkungan sekolah.
“Pemerintah Kota Banjar menargetkan seluruh usulan revitalisasi tersebut dapat terealisasi secara bertahap dalam tahun anggaran berjalan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus memantau kondisi masing-masing sekolah agar prioritas perbaikan dapat diberikan kepada lembaga yang paling membutuhkan,” katanya. (CEP)
