JABAR EKSPRES – Pelayanan Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (RS Unpad), yang berlokasi di wilayah Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dikeluhkan keluarga pasien.
Keluarga Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Sonia Sugian mengeluhkan pelayanan yang diberikan RS Unpad Jatinangor, setelah pasien disebut tidak mendapatkan penanganan dokter selama berjam-jam usai menjalani pemeriksaan di ruang instalasi gawat darurat (IGD).
Suami Sonia, Asep Sugian mengatakan, jika istrinya sempat dibawa ke IGD RS Unpad, namun setelah itu pihak keluarga mengaku belum melihat adanya penanganan dokter terhadap pasien.
Baca Juga:Berenang di Sungai, Siswa SD Ditemukan Tewas Tenggelam di Dramaga BogorPiala Dunia Sampai ke Pelosok Desa, Mapolsek Cipatujah Jadi Arena Nobar Warga
“Sudah 12 jam lebih ibu gak diberikan penanganan, tidak ada tindakan dokter. Ibu hanya ditempatkan saja di ruangan,” katanya kepada Jabar Ekspres pada Selasa (16/6/2026) malam.
Menurut Asep, selama ditempatkan di ruangan rawat inap X Klinik nomor 114 itu, istrinya yang merupakan Legislator Kabupaten Sumedang hanya ditengok oleh perawat.
Sonia Sugian yang dilarikan ke IGD pada dini hari itu, sampai pukul 22.00 WIB disebut belum juga mendapatkan tindakan dari dokter.
“Sedangkan perawat tidak punya kewenangan untuk melakukan pemeriksaan atau penindakan,” bebernya.
Asep menerangkan, usai pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter jaga IGD RS Unpad, sang istri didiagnosis gangguan jantung kemudian ditempatkan ke ruangan rawat inap X Klinik nomor 114.
“Dokter IGD bilang diagnosa sakit jantung, tapi kenapa dibiarkan gak ada tindakan? Jika perlu dirujuk silahkan buat rujukan, ini sudah belasan jam hanya dicek saja terus oleh perawat,” terangnya.
Asep menjelaskan, dalam hal ini pihak keluarga merasa sangat kecewa, dengan pelayanan dan penanganan medis di RS Unpad Jatinangor.
Baca Juga:TK Cendekia Permata Tanamkan Kemandirian dan Asah Karakter Anak Lewat Field Trip ke Villa KancilTunjangan Guru Naik, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Minta Guru Pastikan Data Dapodik Valid
“Pasien diabaikan begini. Kalau sampai semakin parah kondisi atau tiba-tiba urgent bagaimana? Apa perawat bisa menangani? Apa akan bertanggung jawab?,” jelasnya.
“Perawat hanya bilang koordinasi dengan dokter. Kenapa tidak dokternya saja yang datang? Periksakan dan jelaskan penanganan medisnya secara rinci,” tambah Asep.
Menurutnya, perlakuan RS Unpad dalam menangani pasien dinilai tidak maksimal, sehingga SOP pelayanan rumah sakit pun dipertanyakan.
“SOP rumah sakit setahu saya bukan hanya menempatkan pasien di ruangan, tapi ada dokter yang visit (kunjungan),” papar Asep.
