JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampaknya tak menepati komitmennya terkait pengisian jabatan Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ketua Tim Pemenangan (Timses)-nya kini diangkat jadi Direktur Utama salah satu BUMD di Jawa Barat.
Ia adalah Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo. Ia menjadi nahkoda atau Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ yang merupakan anak usaha dari PT Migas Utama Jawa Barat.
Pengangkatan itu sebagaimana disampaikan akun resmi Biro BIA Jawa Barat 5 hari lalu. “Selamat dan sukses kepada Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo atas amanah baru sebagai Dirut PT Migas Hulu Jabar ONWJ” begitu tulis akun resmi tersebut.
Baca Juga:Di Bawah Terpal dan Tumpukan Daun Kering, Ribuan Motor BGN Senilai 1,3 Triliun Menanti Nasib di Sentul BogorOleng Saat Nyalip, Pelajar Tewas Terlindas Mobil di Ciampea Bogor
Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Biro BIA Jawa Barat Deny Hermawan. “Untuk pengangkatan pengurus PT Migas Hulu Jabar dilakukan di internal PT MUJ. Karena anak usaha,” terangnya, Rabu (10/6).
Nama Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo tidak asing. Dalam Pilkada 2024 lalu, ia tercatat sebagai Ketua Timses Pasangan Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan.
Padahal setelah terpilih dan dilantik, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak akan menempatkan Timses di BUMD. Sebagimana disampaikan secara lantang dalam pidatonya di DPRD Jawa Barat pada Jumat (21/2/2025). Tepat sehari setelah dilantik.
“Saya tidak mau menjadikan BUMD tempat menyimpan Tim Sukses. Tidak akan ada di pemerintahan saya,” ucapnya kala itu.
Respons Ekonom
Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi pun turut merespons pengangkatan Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ tersebut. Ia sedikit kecewa, karena ternyata Gubernur Dedi Mulyadi masih sama saja melanjutkan pole sebelumnya.
“Ternyata KDM (Dedi Mulyadi.red) juga melanjutkan pola sebelumnya (Gubernur sebelumnya.red). Padahal ia sempat mengatakan tidak (menempatkan Timses ke BUMD.red),” cetusnya, Rabu (10/6).
Acuviarta melanjutkan, Gubernur Dedi Mulyadi akhirnya ikut tergoda untuk menempatkan Timses-nya ke jabatan strategis di BUMD. “sama aja dengan Gubernur yang lain (sebelum-sebelumnya.red). Artinya tergoda juga ya gitu, untuk menempatkan tim suksesnya di BUMD,” sambungnya.
