Saat ini terdapat 28 SMA Maung dan 13 SMK Maung atau total 41 sekolah dalam tahap piloting di Jabar. Toteng menilai jumlah tersebut masih belum ideal. Ia berharap ke depan setiap wilayah memiliki sekolah Maung agar tidak memberatkan siswa yang tinggal jauh. Misalnya di Kota Bandung, Sekolah Maung itu dibutuhkan ada di Bandung Timur, Bandung Selatan, Bandung Utara dan titik wilayah lainnya. “Enggak mungkin siswa dari Nagreg misalnya, harus bolak-balik jauh ke sekolah unggulan. Idealnya di tiap titik wilayah ada satu,” harapnya.
Dengan program ini, Jawa Barat berharap sekolah negeri bisa kembali dibanggakan dan banyak yang masuk ranking nasional berdasarkan TKA, SNBP, serta ANBK yang selama ini didominasi sekolah swasta. Bagi siswa yang ingin masuk, tantangannya memang berat karena harus bersaing ketat. Namun Toteng mengajak siswa yang belum lolos untuk tetap bersemangat dan sadar diri. “Itu menjadi kesempatan belajar menerima dan terus berusaha. Masih ada sekolah umum dengan berbagai jalur,” pungkasnya. (bbs)
