Sebagai tahap awal, Pertamina menetapkan kawasan The Patra Bali Resort & Villas dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali, sebagai lokasi pilot project. Di wilayah tersebut, program ini ditargetkan mampu mengurangi timbulan sampah pesisir hingga sekitar satu ton per tahun.
Sementara itu, di wilayah operasi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kotabaru, Kalimantan, program serupa ditargetkan dapat membantu mengurangi sampah pesisir hingga 20 ton per tahun.
“Lokasi ini dipilih karena memiliki nilai strategis, baik sebagai kawasan pariwisata maupun infrastruktur energi yang vital. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Iriawan.
Baca Juga:Tukang Pijat Jadi Korban Begal di Rancabungur, Ditendang hingga Tersungkur, Motor Pinjaman RaibSudah Beraksi 10 Kali, Komplotan Curanmor Asal Cipatujah Dibekuk Polisi!
Ke depan, Pertamina menargetkan Autonomous Trash Skimmer menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Selain di Bali dan Kalimantan, pengembangan program ini juga direncanakan menjangkau sejumlah wilayah operasi Pertamina lainnya, seperti Cilacap, Balongan, Maos, Ternate, Wayame, Parepare, Masohi, hingga Labuan Bajo.
