JABAR EKSPRES – Timnas Putri Indonesia harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Kamboja dengan skor 1-1 pada laga yang berlangsung di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).
Sejak peluit kick off dibunyikan, Garuda Pertiwi langsung tampil agresif dengan melancarkan sejumlah serangan.
Pelatih Satoru Mochizuki menurunkan lebih banyak pemain diaspora sejak menit awal dengan komposisi yang berbeda dibanding saat menghadapi Singapura beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga:BTN Karawang Perkuat Akses Pembiayaan UMKM Biar Usaha Makin CuanBupati Ajak Warga Ikut Mengawasi, Proyek Jalan Ciwatin-Kalapagenep Senilai Rp34,6 Miliar Mulai Dikerjakan
Perubahan susunan pemain tersebut membuat lini pertahanan terlihat lebih solid, sementara alur permainan dan daya serang tim tampil lebih hidup.
Pada menit ke-9, Garuda Pertiwi sempat mengancam melalui umpan lambung Estella. Namun, peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol karena belum mampu disambut dengan baik oleh rekan setimnya.
Peluang emas kembali didapat Indonesia pada menit ke-21. Kapten tim, Viny Silfianus, memperoleh kesempatan melalui bola rebound. Sayangnya, eksekusi yang dilakukan belum mengarah tepat ke sasaran sehingga gagal mengubah kedudukan.
Kamboja juga memberikan perlawanan sengit. Bahkan, tim tamu nyaris membuka keunggulan sesaat sebelum cooling break babak pertama. Meski kedua tim saling menyerang, skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Timnas Putri Indonesia tetap mempertahankan intensitas permainan. Pada menit ke-56, Isabelle mencoba peruntungan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih melebar dari sasaran.
Indonesia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-53 melalui gol Rosdilah Siti. Tendangan keras yang dilepaskannya berhasil merobek gawang Kamboja dan membawa Garuda Pertiwi unggul 1-0.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Kurang dari satu menit berselang, Kamboja langsung merespons dengan gol balasan yang dicetak Sapheourn, pemain bernomor punggung 15.
Baca Juga:Di Tengah Pupuk Langka dan Ancaman El Nino Ekstrem, Petani Tasikmalaya Bertaruh pada HarapanRumah Dadan Hindayana di Sentul Ternyata Sudah Disewa Tiga Bulan, Security Sebut Kerap Digunakan untuk Rapat
Skor 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit. (son/har)
