Diskominfo Kabupaten Garut menetapkan target jangka panjang, yakni pada tahun 2029 hingga 2030 aplikasi SAGARUT dapat diunduh dan digunakan oleh sedikitnya 1,5 juta pengguna. Saat ini, sekitar 30 jenis layanan telah tersedia dalam aplikasi tersebut.
Agus menjelaskan bahwa SAGARUT menggunakan sistem hybrid, yakni menggabungkan layanan yang dibangun langsung dalam aplikasi dengan layanan yang telah dimiliki masing-masing perangkat daerah.
“Tolong dipastikan kembali agar sistem yang sekarang berdiri sendiri itu tetap berjalan lancar saat diintegrasikan. Aplikasi ini tidak akan berhenti sampai disini, jadi akan terus berkembang seiring dengan berbagai dinamika kebutuhan masyarakat Garut,” tambahnya.
Baca Juga:Diduga Meleng, Lansia Tewas Tertemper Kereta di Bojonggede BogorPungutan Pajak CV dan PT Tak Lagi Berdasarkan Omzet!
Di akhir pemaparannya, Agus mengajak masyarakat yang telah mengunduh aplikasi SAGARUT untuk aktif memberikan rating, ulasan, serta mengisi survei kepuasan yang tersedia di dalam sistem. Kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk terus menyempurnakan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Garut.
