Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tasikmalaya menggandeng dua lembaga keuangan daerah, yakni Arta Sukapura dan Arta Galunggung, sebagai penyalur pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
Program KURDA nol persen ditargetkan menjangkau sekitar 7.000 penerima manfaat dari 351 desa di Tasikmalaya yang merupakan pelaku usaha pemula. Masing-masing penerima akan memperoleh pinjaman modal usaha sebesar Rp5 juta dengan tenor pengembalian yang dibuat lebih panjang dan ringan.
Program tersebut bukan hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan dan menciptakan wirausaha baru di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Operasi Patuh Lodaya 2026 Segera Dimulai, Pelat Nomor 'Nyeleneh' Sasaran Utama Tilang ElektronikTrotoar hingga Bahu Jalan Dikuasai PKL, Pemkab Segera Tata Singaparna yang Semrawut
“Dengan modal usaha tanpa bunga, masyarakat bisa mengembangkan usahanya. Target kami 7.000 keluarga penerima manfaat. Jika rata-rata satu keluarga terdiri dari tiga orang, maka sekitar 21 ribu warga berpotensi terdorong keluar dari zona kemiskinan,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemkab Tasikmalaya berharap masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi maupun praktik rentenir, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa. (Hendi).
