BANDUNG – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat terus mempercepat penyerapan gabah dan beras petani guna mencapai target pengadaan tahun 2026. Hingga awal Juni 2026, realisasi serapan di Jabar telah mencapai 491.297 ribu ton setara beras atau sekitar 70.75% persen dari target yang ditetapkan sebesar 694.432 ton setara beras.
Capaian tersebut sejalan dengan keberhasilan Perum Bulog secara nasional yang telah menyerap 3.020.883 ton setara beras hingga 3 Juni 2026 atau sekitar 75 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Bapak Nurman Susilo, mengatakan pengadaan tahun ini tetap dilakukan untuk gabah maupun beras dengan memanfaatkan potensi musim tanam kedua yang masih berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Barat.
Baca Juga:Delegasi ILC ke-114 Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina di Broken Chair JenewaKang Joker Puji Keberanian Kejari Bandung Bebaskan Erwin dan Rendiana
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah kering petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.
Keberhasilan serapan ini juga berdampak langsung terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.
Stok beras yang dikelola BULOG telah melampaui 5 juta ton sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.
Dengan masih berlangsungnya panen di sejumlah daerah, Bulog optimistis target pengadaan nasional 4 juta ton setara beras dapat tercapai sebelum akhir tahun. Di Jabar, optimisme serupa juga muncul seiring masih adanya potensi panen musim tanam kedua yang diharapkan dapat mendongkrak serapan gabah dan beras dalam beberapa bulan ke depan. (bbs)
