“Selanjutnya pemerintah mendorong kerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi untuk penelitian serta melakukan digitalisasi budaya dan pengarsipan pengetahuan lokal,” jelasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Tasikmalaya berharap Kampung Naga dapat kembali dibuka pada September 2026 dengan wajah baru sebagai percontohan nasional kawasan adat yang lestari, edukatif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi.
Meski demikian, Asep mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu surat resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait teknis rehabilitasi dan revitalisasi ekosistem Kampung Naga. Pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana.
Baca Juga:ART di Cileungsi Tewas Diduga Disiksa Rekan Kerja, Tubuh Korban Disiram Air Panas BergantianJalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan Mulus
Penutupan sementara Kampung Naga menjadi momentum penting dalam upaya menjaga warisan budaya Sunda agar tetap lestari. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian adat dan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor wisata yang berkelanjutan. (Hendi)
