“Bukan pacar, bukan juga mantan kekasih. Cuma teman sekolah waktu SMK,” kata Bagus saat dikonfirmasi ulang di Mapolresta Bogor Kota, Senin.
Diketahui, korban AAA dan pelaku MF merupakan teman lama semasa SMK di Kabupaten Bogor yang kembali berkomunikasi melalui media sosial sebelum akhirnya bertemu pada 2 Mei 2026 di kawasan Air Mancur, Kota Bogor.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku kembali mengajak korban bertemu untuk ngopi di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor pada Jumat (22/5/2026) malam. Polisi menyebut, pelaku mengajak korban ngopi karena telah merencanakan pembunuhan yang disebabka sakit hati usai disinggung bahwa pelaku tidak punya orang tua saat pertemuan pertama mereka.
Baca Juga:Berawal Ejekan Tak Punya Orang Tua, Pelaku Habisi Wanita di Bogor Pakai Dasi dan Buang Jasad dari FlyoverPelaku Pembunuhan Wanita di Bogor Melawan Saat Ditangkap di Tol Cisumdawu, Polisi Lepas Tembakan Terukur
Saat bertemu kembali, pelaku MF dan korban AAA sempat ngopi di Kemang lalu berkeliling menggunakan mobil Toyota Yaris milik korban, pelaku sempat meminta uang untuk damai sembari menunjukkan golok sebagai ancaman ingin membunuh, namun korban menolak memberi uang.
Pelaku dan korban kemudian lanjut berkeliling sampai akhirnya menepi di kawasan lampu merah dekat Stadion Pakansari dengan alasan pelaku hendak mengambil charger di bagian belakang mobil.
Namun saat korban lengah, pelaku justru mengambil tas dan menjerat leher korban dari belakang menggunakan dasi hingga korban pingsan dan tidak sadarkan diri.
Korban yang sudah pingsan itu kemudian dibawa berkeliling oleh pelaku. Saat melintas di kawasan Yasmin menuju Jalan Sholeh Iskandar, korban disebut sempat bergerak hingga membuat pelaku panik. Pelaku kemudian membuang tubuh korban dari atas flyover Tol BORR di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Korban ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (23/5/2026) dini hari. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur oleh pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi.
Dari hasil autopsi, korban mengalami patah iga kiri hingga tulang ekor, patah lengan kiri, serta pendarahan pada selaput otak bagian belakang. Polisi juga memastikan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan seksual pada tubuh korban.
Adapun pelaku MF setelah membuang tubuh korban, pelaku membawa kabur mobil Toyota Yaris milik korban menuju arah Garut sebelum akhirnya ditangkap polisi di Tol Cisumdawu wilayah Sumedang kilometer 163 pada hari yang sama sekitar pukul 07.00 WIB.
