KAI Daop 1 Jakarta akan Tutup 9 Perlintasan Liar di Bogor Secara Bertahap, Ini Daftar Lokasinya 

KAI Daop 1 Jakarta akan Tutup 9 Perlintasan Liar di Bogor Secara Bertahap, Ini Daftar Lokasinya 
Salah satu perlintasan sebidang liar di wilayah Tugu Wates, Sukaresmi, Kota Bogor, yang akan ditutup PT KAI. Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PT KAI melalui wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menutup sembilan perlintasan sebidang liar atau jalur penyeberangan ilegal di area rel kereta di wilayah Bogor sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat di sekitar jalur rel.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, penutupan dilakukan terhadap sembilan perlintasan liar yang memiliki lebar kurang dari dua meter, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.

“Semata-mata ditutupnya perlintasan sebidang itu yang kurang dari dua meter untuk keselamatan warga masyarakat, juga keselamatan perjalanan kereta api, terutama kereta api dengan penumpangnya yang setiap harinya melintasi wilayah Bogor,” kata Franoto saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga:PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO₂, Dukung Pengembangan Amonia Rendah KarbonDampingi Prabowo Panen Raya, Ahmad Luthfi Sebut Budidaya Udang Memiliki Prospek Bagus

Franoto juga menjelaskan bahwa keseluruhan perlintasan liar tersebut tidak memiliki penjagaan resmi. Perlintasan liar itu dibuka secara swadaya oleh warga sekitar sehingga keamanannya tidak terjadmin.

Langkah penutupan tersebut pun pada akhirnya dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang liar yang selama ini masih digunakan warga untuk melintas.

Franoto menjelaskan, wilayah Bogor sendiri menjadi salah satu jalur dengan lalu lintas kereta yang cukup padat, terutama untuk perjalanan KRL Commuter Line menuju dan dari Stasiun Bogor yang setiap harinya dipadati penumpang.

Bahkan, Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun akhir KRL tercatat melayani rata-rata sekitar 98 ribu hingga 100 ribu penumpang naik dan turun setiap harinya, sehingga perjalanan kereta di lintasan tersebut sangat padat.

“Ini juga untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan perjalanan kereta api, terutama karena setiap harinya jalur di wilayah Bogor dilintasi puluhan bahkan ratusan ribu penumpang. Karena perlintasan liar itu kebanyakan memang tidak dijaga, jadi memang kami tutup untuk keamanan,” katanya.

Ia menambahkan, penutupan perlintasan sebidang liar di wilayah Daop 1 Jakarta tersebut sudah mulai dilakukan sejak Senin, 11 Mei 2026 untuk lintas Manggarai hingga Sukabumi.

Penutupan pada lintasan lain seperti salah satunya wilayah Bogor akan mulai dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Baca Juga:Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin, Ekspor Nonmigas ke Meksiko Terus DiperkuatFokus Tekan Risiko Kecelakaan KA, Prabowo Gelontorkan Rp4 Triliun untuk Perlintasan dan Flyover

“Penutupan dilakukan secara bertahap. Kita targetkan di wilayah Daop 1 Jakarta (termasuk lintasan di wilayah Bogor) penutupan perlintasan liar selesai semuanya di bulan Agustus 2026,” ujarnya.

0 Komentar