JABAR EKSPRES – Kepolisian antisipasi penyusup yang beepotensi merusuh menjelang pertandingan akhir Persib Bandung melawan Persijap Jepara, sebagai laga penentu juara pada Super League 2025/2026.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika mendapati adanya perusuh.
Meski siap bertindak tegas, namun Polisi Polisi memastikan akan tetap terukur jika terjadi gesekan atau keributan dalam perayaan kemenangan Persib Bandung pada Sabtu (23/5/2026) besok.
Baca Juga:Efek Euforia Persib, Hotel di Bandung Mulai Diserbu Jelang Potensi Pesta JuaraPersib vs Persijap Jadi Laga Penentu Juara, Bojan Hodak Ingatkan Bobotoh Tak Invasi Lapangan!
“Kalau terjadi keributan, kita akan tindak tegas dan terukur,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres usai acara pisah sambut Dansat Brimob di Markas Brimob di Desa Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Rabu (20/5/2026).
Klasemen Super League 2025/2026 pada musim ini, sedang dipimpin Persib dengan catatan 78 poin, di laga akhir nanti tim berjuluk Maung Bandung akan menjamu Persijap Jepara.
Rencananya, pertandingan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dengan jadwal kick off pada pukul 16:00 WIB.
Kombes Pol Hendra menegaskan, walaupun Polisi mengedepankan pendekatan humanis, namun perlu dicatat jika ruang bagi para perusuh dan pembuat onar tak akan diberi ampun.
Langkah penindakan hukum yang disiapkan jajaran Polda Jabar itu, merupakan bagian dari upaya preventif dan deteksi dini.
Kepolisian mendeteksi adanya potensi kerawanan berupa masuknya oknum penyusup di tengah-tengah lautan suporter yang sedang meluapkan kegembiraan.
Oleh karena itu, alih-alih menutup jalanan, korps korps baju coklat tersebut memilih menerjunkan personel untuk mengepung dan menjaga langsung pusat-pusat keramaian serta titik kumpul Bobotoh.
“Pengamanan saja, antisipasi penyusup. Upaya preventif,” tegas Hendra.
Baca Juga:Dapur MBG di Tamansari Bogor Kebakaran, Diduga Dipicu Kebocoran Gas Saat Ganti TabungBahlil Pastikan Ekspor Gas Aman di 2026, Industri Tak Perlu Khawatir
Kemudian, jajaran Satbrimob Polda Jabar pun dilibatkan, tapi bukan diplot untuk melakukan tindakan represif kepada suporter, melainkan murni sebagai instrumen penjaga stabilitas keamanan.
“Dansat Brimob ditempatkan bukan sebagai pemukul, tapi pengamanan,” pungkas Hendra. (Bas)
