JABAR EKSPRES – Rencana merger dua sekolah dasar di Kelurahan Baros, yakni SDN Baros Mandiri 3 dan SDN Baros Mandiri 7, belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Keputusan itu diambil setelah Dinas Pendidikan Kota Cimahi mempertimbangkan aspirasi warga, kondisi daya tampung sekolah, hingga kebutuhan layanan pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengatakan pembahasan mengenai wacana merger tersebut melibatkan perwakilan orang tua, komite sekolah, guru, kepala sekolah, serta unsur kewilayahan.
Baca Juga:Satpol PP Cimahi Tertibkan PKL di Bahu Jalan, Pedagang Bandel Terancam TipiringPria Paruh Baya Diduga Loncat dari Jembatan Cirahong, Tinggalkan Sepeda dan Jajanan
Dari hasil pertemuan itu, pihaknya kemudian melaporkan masukan tersebut kepada Wali Kota Cimahi.
“Kami, tim membahas berkaitan bagaimana mengenai SPMB untuk Baros Mandiri 7. Setelah dibahas, kami menyampaikan kepada Pak Wali Kota,” kata Nana pada Jabar Ekspres di kantornya, Jum’at (22/5/26).
Nana melanjutkan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana dengan mempertimbangkan bahwa masyarakat ada aspirasi tersebut sehingga untuk SPMB tahun ini untuk Baros Mandiri 7 masih dibuka dengan jumlah romongan belajar (rombel).
“Satu rombongan belajar atau satu kelas, sehingga tahun ini bicara tentang merger itu ditangguhkan dan Baros Mandiri 7 masih menerima murid,” kata Nana.
Wacana penggabungan dua sekolah itu sebelumnya mencuat karena lokasi SDN Baros Mandiri 3 dan SDN Baros Mandiri 7 berdekatan, sementara keduanya sama-sama mengalami kekurangan siswa. Di Kelurahan Baros, jumlah penduduk usia sekolah tercatat 1.784 orang, sedangkan daya tampung sekolah dasar yang tersedia mencapai 3.164 siswa.
Di sisi lain, rencana penutupan SDN Baros Mandiri 7 yang berada di Jalan H. Haris, Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, sempat menimbulkan penolakan dari komite sekolah dan wali murid.
Mereka menilai jumlah siswa yang menurun bukan alasan yang cukup untuk menghentikan operasional sekolah yang selama ini masih berjalan.
Baca Juga:Dapur MBG di Tamansari Bogor Kebakaran, Diduga Dipicu Kebocoran Gas Saat Ganti TabungBahlil Pastikan Ekspor Gas Aman di 2026, Industri Tak Perlu Khawatir
Komite juga menilai, penutupan sekolah berpotensi mengganggu kenyamanan belajar siswa dan mengabaikan jejak prestasi para alumni yang pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut. (mong)
