Pihak sekolah, kata Adi, terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Cimahi terkait proses pemindahan sekolah. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima, pembangunan lokasi baru ditargetkan mulai berjalan pada Juni mendatang.
“Mudah-mudahan segera terealisasi demi kesehatan dan keselamatan siswa. Sebenarnya kalau tidak ada TPST di sini, kami nyaman karena sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 1989 dan punya sejarah panjang bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Meski relokasi memunculkan kekhawatiran soal akses yang lebih jauh bagi sebagian siswa, mayoritas orang tua murid disebut memahami kondisi yang terjadi dan mendukung pemindahan sekolah demi keselamatan anak-anak mereka.
Baca Juga:DPKP Cimahi Optimistis Program Rutilahu 2026 Tercapai Sesuai TargetSendratari Sangkuriang Sanggar Mutiara Cimahi Memukau Ribuan Penonton di TMII
“Kalau pindah memang aksesnya jadi lebih jauh, apalagi ada siswa yang tidak diantar orang tua. Tapi orang tua juga memahami bahwa kesehatan dan keselamatan anak lebih penting,” ucapnya.
Adi menuturkan, berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan Kota Cimahi, saat ini proses relokasi masih berada pada tahap perencanaan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Intinya kami dari pihak sekolah berharap pembangunan segera dimulai agar aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan aman tanpa gangguan bau maupun getaran dari TPST,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan siswa kelas VI SDN Pambudi Dharma, Fahri. Ia mengaku aroma sampah dari TPST Sentiong kerap mengganggu konsentrasi siswa saat belajar.
“Bau dan terganggu kalau lagi belajar,” ujar Fahri.
Menurutnya, kondisi tersebut bahkan pernah membuat siswa memilih pulang lebih awal karena tidak tahan dengan aroma menyengat dari tumpukan sampah.
“Pernah, waktu itu ada yang pulang karena pusing bau sampah,” katanya.
Fahri menilai keberadaan TPST yang berada sangat dekat dengan lingkungan sekolah seharusnya dievaluasi karena berdampak langsung terhadap kenyamanan belajar siswa. Ia bahkan berharap aktivitas TPST dihentikan dibanding sekolah dipindahkan.
Baca Juga:Setelah Lama Tak Jelas, Pembangunan Underpass Gatsu-Baros Cimahi Akhirnya Masuki Proses TenderDLH Cimahi Akui Selisih 131 Ton Sampah per Hari Tak Tertangani
“Tidak setuju kalau sekolah dipindah. Paling itu (TPST) saja yang ditutup atau diberhentikan karena murid-murid saat belajar terganggu bau sampah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bau sampah biasanya terasa semakin kuat setelah siswa mengikuti pelajaran olahraga di luar ruangan.
