“Apalagi pas sesudah olahraga, bau sampahnya kehirup,” ucapnya.
Selain persoalan bau, siswa juga mengkhawatirkan jarak tempuh menuju sekolah baru apabila relokasi dilakukan.
“Soalnya banyak orang di sana, jadi kalau dipindah jalannya jauh,” tandasnya.
Sementara itu, Ngatiyana memastikan relokasi sekolah menjadi langkah yang harus diambil agar kegiatan pendidikan tidak terus terdampak operasional TPST Sentiong.
Baca Juga:DPKP Cimahi Optimistis Program Rutilahu 2026 Tercapai Sesuai TargetSendratari Sangkuriang Sanggar Mutiara Cimahi Memukau Ribuan Penonton di TMII
“Sekolah yang terdampak yakni SD Pambudi Dharma. Segera akan kita relokasi ke daerah Lebak Saat, wilayah Cimenteng, dekat Puskesmas Pembantu,” ujar Ngatiyana di MPP Pemkot Cimahi, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, seluruh aktivitas belajar nantinya dipusatkan di lokasi baru agar siswa dan tenaga pengajar terbebas dari gangguan bau sampah maupun kebisingan mesin pengolahan.
“Nanti kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke sana sehingga tidak lagi terganggu operasional pengolahan sampah,” katanya.
Pemkot Cimahi juga menargetkan pembangunan fasilitas sekolah baru mulai dilakukan tahun ini. Selama proses pembangunan berjalan, pemerintah memastikan skema transisi pendidikan tetap disiapkan agar aktivitas belajar siswa tidak terganggu.
“Selama proses tersebut, pemerintah menyiapkan skema transisi agar kegiatan pendidikan tetap berjalan normal,” pungkasnya. (Mong)
