“Membangun itu tidak harus seluruhnya dibebankan kepada APBD. Jadi saya selalu berpikir kalau anggaran berkurang bukan berarti cita-cita kita dikecilkan, akan tetapi ikhtiar kita yang harus dibesarkan. Salah satunya berkolaborasi dengan semua pihak, seperti UNPAD mau membangun rumah sakit, Persis mau bangun rumah sakit. Kita pemerintah bertugas siapkan lahan dan kami menyambut baik,” tambahnya.
Pemerintah daerah sendiri akan berkontribusi melalui penyediaan lahan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Dengan bertambahnya rumah sakit, kapasitas layanan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya juga diproyeksikan meningkat signifikan.
Saat ini, kapasitas tempat tidur di RSUD KHZ Musthafa mencapai sekitar 260 bed. Jika ditambah rencana 100 bed dari rumah sakit Persis, 50 bed dari rumah sakit UNPAD, serta layanan di RSUD TNT, maka total kapasitas layanan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya diperkirakan mendekati 500 tempat tidur pasien.
Baca Juga:Cegah Penyimpangan, Kades dan BPD Se-Tasikmalaya Dibekali Ilmu Tata Kelola DesaNGERI! Guru di Cariu Bogor Dibegal, Korban Ditodong Sajam hingga Didorong ke Jurang
“Kalau sekarang di RSUD KHZ Musthafa ada 260 bed atau tempat tidur, tambahan 100 bed rumah sakit Persis, rumah sakit UNPAD 50 bed dan ditambah RSUD TNT, maka mendekati 500 bed, pelayanan kesehatan meningkat,” pungkas Cecep. (Hendi)
