“Ada beberapa persoalan nyata yang selama ini kami hadapi seperti data keanggotaan yang tidak terpusat, sulitnya koordinasi event lintas kota, ketidaktransparanan alur keuangan, dan tidak adanya media komunikasi resmi yang bisa menjadi wajah BLF ke publik,” tuturnya.
Meski kini mengadopsi sistem digital, BLF memastikan nilai utama komunitas berupa solidaritas dan rasa kekeluargaan tetap menjadi fondasi utama organisasi.
“Solidaritas bukan hanya dibangun di atas motor bersama, tapi juga dijaga melalui sistem yang membuat setiap anggota merasa dihargai dan diakui,” ucapnya.
Resmikan Badan Hukum
Baca Juga:Marriage Is Scary? Film Keluarga Suami Adalah Hama Angkat Realita Rumah Tangga yang Dekat dengan KehidupanTerbantu Program JKN, Enok Bisa Jalani Perawatan Tanpa Khawatir Biaya Pengobatan
Selain meluncurkan platform digital, BLF juga meresmikan PT Inti Keluarga Nusantara sebagai badan hukum resmi komunitas. Kehadiran legalitas tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi komunitas dalam menjalin kerja sama formal dengan berbagai pihak.
Pramu menjelaskan, melalui badan hukum tersebut, BLF ingin membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan industri otomotif, sektor pariwisata, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Dengan platform digital dan legalitas melalui PT Inti Keluarga Nusantara, kami ingin membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak — dari industri otomotif, pariwisata, hingga program sosial kemasyarakatan,” katanya.
Ia menambahkan, pembentukan badan hukum merupakan bagian dari upaya membangun komunitas yang tidak hanya solid dalam persaudaraan, tetapi juga kuat secara kelembagaan.
“Ini bukan sekadar upgrade teknologi, ini adalah deklarasi bahwa BLF siap tumbuh ke level berikutnya,” ujar Pramu.
Hadirkan Enam Pilar Sistem Digital
Sementara itu, CEO PT Temika Cyber, Vicky Satriani Anggara, mengatakan platform digital BLF dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif dengan memahami kebutuhan riil komunitas.
Menurutnya, BLF memiliki karakter yang kuat sehingga membutuhkan sistem yang benar-benar sesuai dengan budaya komunitas.
Baca Juga:20 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor, One Way ke Arah Jakarta DiberlakukanAnak Dirawat karena Demam Tinggi, Intan Rasakan Manfaat Nyata Program JKN
“BLF bukan sekadar klien biasa bagi kami. Ini adalah komunitas dengan identitas yang kuat, nilai kekeluargaan yang tulus, dan kebutuhan digital yang sangat konkret,” kata Vicky.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar dalam pengembangan sistem tersebut adalah mengintegrasikan fitur yang kompleks namun tetap mudah digunakan seluruh anggota dari berbagai latar belakang.
