JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bakal memperkuat layanan kesehatan mental dengan menghadirkan pelayanan psikologi klinis di 12 puskesmas. Layanan ini menjadi langkah serius Pemkot Bandung dalam merespons tingginya tingkat stres dan gangguan kesehatan mental yang kini bahkan telah menyasar anak-anak usia sekolah.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, layanan tersebut merupakan amanat dari Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 yang mewajibkan adanya tenaga psikologi klinis di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Di setiap UPTD atau puskesmas ini ada pelayanan psikologi klinis untuk konseling. Saat ini sudah ada di 12 puskesmas di Kota Bandung,” kata Farhan saat meluncurkan Pelayanan Psikologi Klinis di 12 UPTD Puskesmas Kota Bandung, Selasa (13/5).
Baca Juga:Prodi KPI UNIK Cipasung Bekali Mahasiswa Skill Jurnalistik Profesional175 Calon Haji Kabupaten Tasikmalaya Kloter 29 Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci
Farhan menilai, kehadiran layanan psikologi klinis di tingkat puskesmas menjadi penting karena persoalan kesehatan mental kini semakin kompleks dan dialami berbagai kelompok usia. Menurutnya, akses layanan psikologi yang mudah dijangkau masyarakat dapat membantu proses deteksi dini hingga penanganan masalah psikologis.
Sementara itu, Direktur PT Martasandy Psychology Indonesia, Billy Martasandy menyambut positif langkah Pemkot Bandung tersebut. Ia menilai, kehadiran layanan psikologi klinis di puskesmas merupakan kemajuan besar dalam dunia psikologi yang kini mulai benar-benar menyentuh masyarakat secara luas.
“Ini adalah langkah maju bagi layanan kesehatan mental di Indonesia, khususnya di Kota Bandung. Selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap layanan psikologi itu eksklusif dan sulit dijangkau. Dengan hadir di puskesmas, masyarakat jadi lebih dekat dan lebih mudah mendapatkan bantuan profesional,” ujar Billy.
Ia juga menilai, pendekatan layanan psikologi di fasilitas kesehatan tingkat pertama dapat membantu mengurangi stigma terhadap isu kesehatan mental.
“Kesadaran masyarakat soal kesehatan mental sekarang meningkat. Tinggal bagaimana negara dan pemerintah daerah hadir menyediakan akses yang mudah, aman, dan terjangkau. Saya melihat kebijakan ini sebagai bentuk nyata bahwa psikologi mulai menjadi kebutuhan dasar masyarakat, bukan lagi layanan tambahan,” tambahnya.
Billy berharap layanan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi terus diperkuat dari sisi tenaga profesional, edukasi publik, hingga keberlanjutan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kota Bandung.
