Sampah Menumpuk di depan Sekolah, DLH Cimahi Akui Terkendala Kuota Sarimukti

Sampah Menumpuk di Depan Sekolah, DLH Cimahi Akui Terkendala Kuota Sarimukti
Penumpukan Sampah di Cigugur Tengah Kota Cimahi bertepatan Dengan Depan Sekolah (Mong)
0 Komentar

Kondisi tersebut membuat kuota biasanya habis lebih cepat, yakni pada hari ke-9 atau ke-10 dalam satu siklus. Dampaknya, pengangkutan sampah terhenti selama empat sampai lima hari sampai kuota berikutnya kembali dibuka.

Situasi itu kemudian memicu penumpukan sampah di sejumlah wilayah Kota Cimahi.

Untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA, DLH Cimahi kini menambah jam operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Langkah itu dilakukan agar sebagian sampah bisa diolah di tingkat kota sebelum dikirim ke Sarimukti.

Baca Juga:Pasca ASN Live TikTok Viral, Pemkot Cimahi Perketat Pengawasan OPDHeboh di Medsos ASN Live TikTok di Jam Kerja, BKPSDM Cimahi Sebut Cederai Citra Aparatur Negara

Meski demikian, kapasitas pengolahan sampah di Cimahi masih jauh dari kebutuhan. Total timbulan sampah kota saat ini mencapai sekitar 230 ton per hari.

DLH juga mendorong pengurangan sampah dari sumbernya, baik rumah tangga maupun kawasan komersial, agar ketergantungan terhadap kuota TPPAS Sarimukti dapat ditekan.

Di sisi lain, kemampuan pengolahan sampah di TPST Santiong juga belum optimal. Saat ini fasilitas tersebut baru mampu mengolah sekitar 7 hingga 8 ton sampah per hari.

“Rendahnya volume pengolahan disebabkan oleh adanya kerusakan pada satu lini mesin pengolah, sehingga operasional tidak dapat berjalan dengan kapasitas penuh,” kata Komme.

Selain kerusakan mesin, terdapat persoalan pada struktur bangunan yang ikut menghambat proses operasional di lapangan. DLH menyebut perbaikan menyeluruh diperlukan agar pengolahan sampah dapat kembali berjalan maksimal.

Menurut Komme, pemulihan kapasitas TPST Santiong dijadwalkan berlangsung pada Triwulan III Tahun 2026 di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum. (Mong)

0 Komentar