Imunisasi Anak Menurun Pascapandemi, Wamenkes Ingatkan Ancaman “Zero Dose” di Indonesia

Imunisasi Anak Menurun Pascapandemi, Wamenkes Ingatkan Ancaman “Zero Dose” di Indonesia
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyuntikan vaksin pcp kepada seorang balita untuk mendapatkan vaksin saat melakukan kunjungan kerja tematik di Puskesmas Mohammad Ramdan, Kota Bandung, Selasa (12/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan imunisasi merupakan fondasi utama dalam membangun generasi sehat dan produktif di masa depan.

Menurut Farhan, kesehatan anak harus menjadi prioritas utama sebelum berbicara mengenai pendidikan, keterampilan, hingga masa depan pekerjaan.

“Imunisasi adalah langkah awal untuk memulai hidup sehat dan aktif, terutama bagi anak-anak. Imunisasi terbukti memberikan daya tahan tubuh agar anak-anak tumbuh menjadi remaja dan orang dewasa yang produktif,” katanya.

Baca Juga:Kasus Campak di Jawa Barat Menurun, Dinkes Ingatkan Pentingnya ImunisasiPemkab Tasikmalaya Tetapkan KLB Campak, Imunisasi Massal Digelar 13-18 April 2026

Ia menilai keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil seperti RT dan RW.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sendiri terus menggencarkan edukasi dan pendataan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap melalui kader posyandu dan program kewilayahan.

Farhan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi terus meningkat sehingga tidak ada lagi anak yang masuk kategori zero dose.

“Kalau anak-anak sehat sejak kecil, maka mereka punya peluang tumbuh optimal dan menjadi generasi yang kuat di masa depan,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan percepatan penanganan anak zero dose di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya membangun kekebalan kelompok (herd immunity) dan mencegah kembali munculnya wabah penyakit menular di Indonesia.

0 Komentar