JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan dukungannya terhadap upaya pemekaran wilayah di Jawa Barat, baik pemekaran kabupaten/kota maupun desa.
Menurutnya, pemekaran wilayah merupakan bagian dari upaya menciptakan keadilan fiskal di Jawa Barat.
Dedi menjelaskan, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Namun, jumlah kabupaten/kota serta desa di Jawa Barat masih lebih sedikit dibandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Saat ini, Jawa Barat memiliki 27 kabupaten/kota, 5.312 desa, dan 645 kelurahan.
Baca Juga:CJIBF 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Berbagai Proyek Investasi Usai Mengamuk di RS, Pria Disabilitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Situ Cikaret Cibinong
Sementara itu, Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten/kota dengan 7.810 desa dan 753 kelurahan. Adapun Jawa Timur memiliki 39 kabupaten/kota, 7.724 desa, dan 777 kelurahan.
Menurut Dedi, keterbatasan jumlah kabupaten/kota hingga desa tersebut berdampak pada distribusi kemampuan fiskal yang belum merata di Jawa Barat.
“Sehingga, ada daerah yang sangat besar penduduknya tapi kecil fiskalnya,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
Ia mencontohkan, terdapat desa atau kelurahan dengan jumlah penduduk 1.500 jiwa yang memiliki kemampuan fiskal sama dengan wilayah berpenduduk hingga 150 ribu jiwa.
“Ini tentu berimplikasi dengan keadilan dan pemerataan ekonomi,” katanya.
Karena itu, Dedi menegaskan komitmennya untuk mendorong pemekaran wilayah di Jawa Barat.
“Kami segera mengusulkan untuk menambah jumlah desa, jumlah kabupaten, kota, agar ada keadilan fiskal untuk Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya
Di sisi lain, Jawa Barat saat ini tercatat telah memiliki sedikitnya 10 usulan pemekaran wilayah yang mendapat persetujuan di tingkat provinsi. Wilayah tersebut meliputi Sukabumi Utara, Bogor Barat, Garut Selatan, Indramayu Barat, Bogor Timur, Cianjur Selatan, Tasikmalaya Selatan, Garut Utara, Subang Utara, dan terbaru Cirebon Timur.(son)
