Saat Rindu Terbayar, Ibu dan Anak Bersua di Lapas Bandung

Warga binaan Dewi Yanti (44) saat diwawancarai Jabar Ekspres di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Sabtu (9/5)
Warga binaan Dewi Yanti (44) saat diwawancarai Jabar Ekspres di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Sabtu (9/5). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Bahkan ada momen anak saya bilang mama dede rindu. Lalu dia cerita di rumah gini-gini. Terus nanya juga mama di sini ngapain aja, saya jawab mama di sini kerja, karena enggak boleh dibawa ke ruangan kita (penjara) yang ada jeruji-jerujinya, jadi kita diam di aula, dikasih tenda (untuk tidur bareng),” ungkapnya

Dengan adanya hak ini, Dewi berharap program tersebut terus dilakukan oleh pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung sebagai pengobatan rindu.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri, menjelaskan program Obat Rindu Ibu dan Anak atau “Barudak” ini sengaja dibuat agar hubungan emosional antara ibu yang kini masih menjalani masa hukuman dan anaknya tetap terjaga.

Baca Juga:Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten BogorRibuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia

Meski harus terpisah tembok penjara serta waktu yang cukup singkat, ia mengatakan seluruh warga binaan khususnya perempuan tetap memiliki hak untuk bertemu keluarga.

“Warga binaan juga memiliki hak yang diatur di dalam UU (undangan-undang) pemasyarakatan, itu ada hak mengunjungi dan hak dikunjungi. Artinya, mereka juga berhak dikunjungi oleh keluarga,” katanya.

Selain sebagai pengobatan rindu bagi warga binaan, progam “Barudak” ini juga disisi dengan berbagai kegiatan mulai dari permainan, lomba, hingga berkemah bersama.

Namun warga binaan yang mengikuti program tersebut, menurutnya harus terlebih dahulu memenuhi sejumlah syarat, seperti berkelakuan baik dan aktif dalam pembinaan di lapas.

“Harapannya, yang pertama tentunya mempererat ya, mempererat hubungan antara ibu dan anak, karena namanya ikatan batin itu kan tidak bisa diputuskan,” pungkasnya

(San).

Laman:

1 2
0 Komentar