Kabupaten Bogor, Jabar Ekspres – Pemerintah Kabupaten Bogor berharap sejumlah perusahaan tambang dapat menghibahkan lahannya untuk mendukung pembangunan jalan khusus tambang di wilayah Bogor Barat.
Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi kebutuhan anggaran pembebasan lahan yang saat ini diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan saat ini proses appraisal tengah dilakukan untuk menentukan kebutuhan lahan yang benar-benar harus dibebaskan.
Baca Juga:Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi, Pertamina dan LanzaTech Teken MoU,Pemprov Jateng Dukung Penuh Penerapan Zero ODOL 2027
“Hari ini proses appraisal, nanti dari situ ketahuan mana yang memang harus kita bebaskan dan mana lahan yang mungkin bisa dihibahkan oleh pemiliknya, misalnya yang melewati area kuari mereka,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Menurut Ajat, hasil appraisal akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan riil anggaran pembebasan tanah.
“Nanti akan ketahuan apakah pelaksanaannya bisa berkurang atau memang Rp100 miliar habis untuk itu,” katanya.
Ia menjelaskan, dokumen perencanaan pengadaan tanah saat ini masih dalam tahap penyusunan. Dari proses tersebut, Pemkab Bogor akan mengetahui perusahaan mana saja yang lahannya masuk dalam trase jalan tambang.
Meski demikian, Ajat menegaskan Bupati Bogor menginginkan pembebasan lahan menjadi prioritas utama tahun ini agar proyek jalan tambang bisa segera direalisasikan.
“Tapi yang jelas, bupati ingin tahun ini benar-benar fokus untuk pembebasan tanah,” ucapnya.
Diketahui, jalan khusus tambang itu direncanakan memiliki panjang sekitar 11 kilometer dan akan terintegrasi dengan JORR 3. Jalur tersebut melintasi tiga kecamatan di wilayah Bogor Barat, yakni Rumpin, Parungpanjang, dan Cigudeg. (dzihar)
