JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menyiapkan sejumlah kantong parkir serta menurunkan sejumlah personel untuk mendukung pelaksanaan Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang melintasi kawasan Batutulis, Bogor Selatan hingga Suryakencana, Bogor Timur pada Jumat (8/5/2026) malam.
Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menegaskan bahwa sepanjang jalur kirab tidak diperbolehkan adanya parkir maupun aktivitas kendaraan di badan jalan karena seluruh ruas akan digunakan untuk helaran kirab budaya.
Untuk kebutuhan parkir, Sujatmiko menyebut bahwa masyarakat dapat memanfaatkan kantong-kantong parkir yang tersedia di area off-street atau area khusus tertentu seperti pertokoan, halaman gedung, pusat perbelanjaan, maupun fasilitas umum lainnya di sepanjang sekitaran lokasi kirab.
Baca Juga:Pemkab Bandung Matangkan Sistem Peringatan Dini Banjir, Warga Rawan Banjir Disiapkan Lebih SiagaWamenkop Tegaskan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Anggota Koperasi
Selain itu, terdapat juga sejumlah kantong parkir resmi yang dapat digunakan masyarakat antara lain Gedung Bakorwil, Balai Kota, Kantor Pajak, Museum Tanah, Jalan Otto Iskandardinata (Warung Bogor-Jalan Roda), Terminal Baranangsiang, Kinderfield-Highfield School Bogor, hingga Lapangan Paspampres Lawangggintung.
“Masyarakat diarahkan ke kantong parkir yang ada, termasuk pertokoan dan area off-street sekitar lokasi. Kendaraan, baik mobil maupun motor, tidak diperbolehkan parkir di jalan. Untuk mobil pribadi bisa masuk ke BTM atau lokasi off-street lainnya karena jalan harus steril untuk kelancaran lalu lintas,” kata Sujatmiko, Jumat (8/5).
Sementara itu, Dishub Kota Bogor disebut Sujatmiko akan menurunkan lebih dari 150 personel yang disebar di sejumlah titik simpang utama sepanjang rute kirab untuk pengaturan dan pengamanan lalu lintas.
Penempatan personel tersebut meliputi kawasan Simpang Suryakencana, Simpang Ngesti Suryakencana, Simpang Gang Aut, Jalan Siliwangi, Simpang Ahoy, Simpang Dreded, serta Simpang Batutulis/Museum Pajajaran.
“Personel semuanya kita kerahkan 150-an lebih. Sudah kami atur di setiap simpang akses dan sudah diplotting, bergerak bersama-sama,” ujarnya.
Sujatmiko pun mengimbau bagi masyarakat yang menonton kirab budaya nantinya untuk selalu mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki badan jalan yang digunakan untuk iring-iringan.
“Pengunjung tidak boleh masuk ke badan jalan, cukup di trotoar saja karena ada tari-tarian nanti bisa kena kan bahaya. Kami batasi sampai trotoar demi keselamatan,” katanya.
