BINUS @Bandung Cetak Lulusan Siap Kerja 

BINUS @Bandung
Media Gathering BINUS @Bandung berlangsung di kampus Dago Pakar, Bandung, Kamis (7/5/2026). 
0 Komentar

Johan menambahkan, pihak kampus tengah menyiapkan program-program baru yang lebih multidisiplin, meski masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah. Sementara itu, Head of Psychology Department BINUS University, Dr. Esther Widhi Andangsari, M.Si., menekankan pentingnya memilih jurusan dan perguruan tinggi secara bijak.

Menurut Esther, banyak lulusan yang mengalami pengangguran berkepanjangan justru mengalami tekanan psikologis berat, kehilangan rasa percaya diri, dan merasa tidak berguna. “Karir adalah perjalanan panjang. Oleh karena itu, mahasiswa harus memilih kampus yang tidak hanya mengasah hard skill, tetapi juga soft skill dan pengalaman kerja nyata sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, dunia industri kini sudah borderless. Berbagai profesi saling tumpang tindih, sehingga perguruan tinggi wajib terus berinovasi agar lulusannya tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Baca Juga:Wuling Eksion Resmi Hadir di Bandung, Kombinasi Kenyamanan dan Efisiensi ElektrifikasiSinergi Militer-Akademisi: Kodam Siliwangi dan UNPAK Tandatangani MoU Strategis

Salah seorang orang tua mahasiswa, Vivi Dewiyanti Setiadi, mengaku puas dengan perkembangan anak-anaknya selama kuliah di BINUS. “Tiga anak saya sudah menempuh pendidikan di BINUS,” ungkapnya.

Vivi melihat perubahan positif yang signifikan. Anak-anaknya tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga mengenal dunia kerja lebih awal melalui program magang dan berbagai aktivitas kampus. “Meski masih kuliah, mereka sudah sibuk belajar bekerja. Pengalaman magang dan proyek nyata di BINUS membuat mereka jauh lebih siap menghadapi dunia profesional,” katanya.

Menurut Vivi, pendidikan di BINUS bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan pembentukan karakter dan keterampilan secara holistik. Anak-anaknya kini lebih mandiri, adaptif, dan memiliki pola pikir bisnis yang kuat. Sebagai orang tua, ia menganggap kekhawatiran dalam memilih perguruan tinggi adalah hal yang wajar.

“Kami ingin memastikan pendidikan yang dipilih benar-benar memberikan bekal bermanfaat bagi masa depan anak. Lingkungan belajar dan kesempatan pengembangan diri yang diberikan BINUS menjadi salah satu faktor utama yang membuat kami yakin,” tutur Vivi.

Memilih perguruan tinggi memang keputusan krusial bagi calon mahasiswa dan orang tua. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan serta ekspektasi tinggi setelah lulus, kekhawatiran akan career mismatch masih kerap muncul. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia-di mana sekitar 35-36 persen pemuda bekerja tidak sesuai tingkat pendidikan, namun juga menjadi tantangan global.

0 Komentar