Dimas menyampaikan, pihak BPBD juga telah mengimbau warga di sekitar lokasi jembatan dan masjid yang ambruk di wilayah Pasir Jaya, Bogor Barat, untuk sementara meninggalkan hunian yang berisiko.
“Kami melakukan inventarisasi warga yang rumahnya terdampak, terutama yang sudah tergerus. Langkah evakuasi langsung dilakukan dan warga diarahkan untuk sementara mencari tempat tinggal yang lebih aman, termasuk kontrakan. Berdasarkan prakiraan BMKG dari tanggal 1 sampai 10 Mei, curah hujan masih cukup tinggi. Jadi kami upayakan warga segera pindah ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengungkapkan bahwa perbaikan jembatan sebenarnya telah direncanakan untuk segera dilakukan.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Kirab Budaya di Kabupaten Tasikmalaya, Ubah Rute dari Kampung Naga ke GebuGT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Angkat Nama Indonesia di Panggung Motorsport Global
“Rencananya kemarin sudah kami siapkan untuk dikerjakan, bahkan targetnya mulai besok (Selasa, 5 Mei 2026). Namun kondisinya sudah ya alam kita enggak tahu.” ujarnya.
Juniarti juga menyampaikan, pihaknya akan mengusulkan perbaikan jembatan melalui skema anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar akses warga bisa segera dipulihkan.
“Untuk pengerjaan jembatan belum bisa dilakukan besok, kami akan akses anggaran BTT supaya penanganannya bisa segera dilakukan,” katanya.
Juniarti juga menambahkan, penanganan di lokasi akan difokuskan terlebih dahulu pada penguatan tebing melalui pembangunan tembok penahan tanah (TPT). Namun, sebelum itu dilakukan, area sekitar harus dipastikan bersih dari bangunan.
“Iya, bangunannya diratakan dulu, itu di situ kan sebelumnya ada masjid sama majlis taklim yang kemarin sempat ambruk, dirapikan dulu baru nanti kami bisa buat TPT. Karena TPT itu tidak bisa di atasnya ada bangunan lagi, fungsinya untuk menahan tanah,” jelasnya.
Terkait kemungkinan pembangunan kembali masjid dan musala yang terdampak, Juniarti menyebut hal itu masih perlu dikaji lebih lanjut, terutama dari sisi ketersediaan lahan.
“Kalau lahannya tidak memungkinkan, kemungkinan tidak bisa dibangun kembali di lokasi yang sama. Nanti akan dikoordinasikan dengan pihak kelurahan dan kecamatan,” katanya.
Baca Juga:Gandeng DTPH Jabar, Sespimma Polri Angkatan ke- 75 T.A. 2026 Pokjar 5, Gelar KKPKandang Ayam di Ciseeng Terbakar, 150 Ribu Ekor Mati hingga Rugi Rp15 Miliar
Pemerintah pun mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi imbauan terkait kondisi infrastruktur yang berisiko, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
