JABAR EKSPRES – Pemusatan pelatihan basket pelajar terbesar di Indonesia, Kopi Good Day DBL Camp 2026, memasuki tahapan krusial. Setelah melalui seleksi ketat dan pengamatan mendalam sejak Senin (27/4), oleh jajaran pelatih World Basketball Academy (WBA) dan DBL Academy, DBL Indonesia mengumumkan 50 pemain putra dan putri yang menyandang gelar Top 50 Campers.
Sebelum mencapai tahap pengumuman, seluruh peserta menjalani serangkaian seleksi berlapis. Tahap awal dimulai dengan measurement test dan medical check up menggunakan teknologi dari Vald Performance untuk mengukur kekuatan dasar serta mendeteksi riwayat cedera.
Seleksi kemudian berlanjut ke pengujian fisik pada hari pertama, Selasa (28/4). Metode yo-yo test digunakan untuk mengukur daya tahan peserta, menggantikan beep test yang sebelumnya digunakan. Selain itu, campers juga diuji kemampuan individunya melalui sesi satu lawan satu serta uji akurasi tembakan.
Baca Juga: COMPAS 2026, Kesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Peran Ormas dalam Penanganan KonflikJateng Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, Taj Yasin Minta Dukungan Pemerintah Pusat
Memasuki hari kedua, Rabu (30/4), penilaian semakin menitikberatkan pada aspek permainan tim dan kecerdasan di lapangan. Sesi dua lawan dua dan tiga lawan tiga menjadi penentu sebelum akhirnya tim pelatih menetapkan nama-nama yang masuk dalam daftar Top 50.
“Kami memantau langsung setiap detail performa para peserta. Aspek fundamental, penguasaan bola, hingga kemampuan membaca permainan menjadi indikator utama dalam penilaian. Kami ingin menjadikan Top 50 Campers ini pemain basket yang lebih baik,” ujar pelatih WBA Andrew Vlahov.
Pengumuman Top 50 menjadi gerbang awal menuju persaingan yang lebih ketat. Para pemain terpilih akan kembali disaring menjadi Top 24 Campers, sebelum akhirnya memperebutkan tempat di skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan mendapatkan kesempatan berharga pergi ke luar negeri untuk berlatih dan berkompetisi di level internasional, sebagai bagian dari pengembangan talenta muda basket Indonesia.
Bagi peserta yang belum berhasil menembus Top 50, peluang belum sepenuhnya tertutup. DBL kembali menghadirkan jalur wildcard sebagai kesempatan kedua. Tahun ini, kuota wildcard bertambah menjadi enam pemain putra dan enam pemain putri, lebih banyak dibanding musim sebelumnya yang hanya menyediakan empat kuota.
“Bagi Unselected Players, jangan menyerah. Tetap fokus dan serius menjalani latihan. Karena masih ada kans mengejar tiket wildcard untuk membuka peluang terpilih sebagai DBL Indonesia All-Star,” tegas Baskeball Director of DBL Academy Dimaz Muharri.
