MUJ Perluas Pemanfaatan CNG, Opsi Pembakar Gentengisasi

MUJ Perluas Pemanfaatan CNG, Opsi Pembakar Gentengisasi
Direksi MUJ saat Musrenbang beberapa waktu lalu. (Dok Humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PT Migas Utama Jabar (MUJ) bakal memperluas pemanfaatan energi gas, termasuk Compressed Natural Gas (CNG). Hal itu juga bagian mendukung arah pembangunan Jawa Barat.

Gas ataupun CNG dinilai menjadi alternatif energi yang lebih bersih dan efisien. Potensinya di Jawa Barat juga besar, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang energi, MUJ akan mengoptimalkan hal tersebut.

Plt Direktur MUJ Ghema Akbar menuturkan, arah pembangunan Jawa Barat menekankan pada kemandirian daerah dan penguatan ekonomi lokal, arah itu tentu sejalan dengan fokus bisnis perusahaan.

Baca Juga:Temuan Gas Bumi Jumbo, Momentum Kemandirian Energi Bagi RI?Jalan Suryakencana Bogor Kini Dipasang Rambu Parkir di Sisi Kanan Jalan, Dishub Tegaskan Masih Uji Coba

“Kami memang sedang memperkuat bisnis hilir migas dengan mendistribusikan Compressed Natural Gas (CNG) untuk industri dan komersial di Jawa Barat,” katanya, Rabu (29/4).

Ghema melanjutkan, penguatan energi bersih ini bertujuan mendukung transisi energi, yakni menyediakan bahan bakar lebih efisien, dan memiliki residu yang minim.

“Kami dukung langkah dan arah Pak Gubernur. Di Jawa Barat khususnya gas bumi memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah,” sambungnya.

Selain itu, pemanfaatan gas juga bisa mendukung program pusat, misalnya dalam program gentengisasi.

MUJ melihat saat ini produsen genteng masih banyak yang menggunakan bahan bakar secara konvensional seperti kayu bakar. Sehingga menurut Ghema penggunaan energi yang lebih modern dan efisien bisa dilakukan untuk mendorong program pemerintah pusat tersebut.

Kemudian, MUJ juga berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat dalam menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat yang menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.

Baca Juga:Buka Jalan Ekspor, Kemetrans Sebut Indonesia Berpotensi Pasok 3 Miliar Butir Kelapa ke China Berkontribusi Kurangi Pengangguran, Kawasan Industri Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja

“Nantinya MUJ tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah,” katanya.

MUJ saat ini tengah menjalankan transformasi perusahaan secara menyeluruh sebagai upaya memperkuat peran strategisnya di sektor energi. Transformasi ini mencakup penguatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan portofolio energi yang lebih adaptif termasuk energi yang lebih bersih dan efisien. (son)

0 Komentar