JABAR EKSPRES – Kali ini muncul BBM Bobibos, bahan bakar alternatif karya anak bangsa yang disebut-sebut memiliki kualitas tinggi dan ramah lingkungan.
Produk ini kini memasuki tahap penting karena akan segera menjalani pengujian resmi oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.
Jika lolos uji, Bobibos berpotensi menjadi salah satu alternatif energi masa depan yang dipasarkan secara luas di Indonesia.
Baca Juga:Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Koperasi Desa Merah Putih 2026, Segera Cek NamamuDaftar Pemain Timnas Indonesia yang Disiapkan John Herdman untuk TC Piala AFF 2026
Apa Itu BBM Bobibos?
Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!
Produk ini dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin melalui PT Inti Sinergi Formula.
Bobibos diklaim sebagai bahan bakar berbasis biofuel yang diproduksi dari jerami dan tanaman yang mudah tumbuh, sehingga lebih berkelanjutan dibanding bahan bakar fosil konvensional.
Yang paling menarik, Bobibos disebut memiliki Oktan tinggi setara RON 98, Emisi gas buang mendekati nol, Berbahan dasar nabati, dan Potensi mendukung kemandirian energi nasional.
Segera Diuji Kementerian ESDM
Ditjen Migas akan memanggil pihak produsen Bobibos untuk mematangkan tahapan pengujian laboratorium.
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan:
• Standarisasi mutu produk
• Keamanan penggunaan pada kendaraan
• Klasifikasi produk
• Kelayakan dipasarkan ke masyarakat luas
Pemerintah menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui lembaga resmi, yakni Lemiga.
Selain aspek inovasi, pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan masyarakat.
Artinya, Bobibos harus dipastikan aman digunakan dan tidak menimbulkan risiko kerusakan mesin kendaraan.
Baca Juga:Tempayan Hadirkan “Kartini in KINA”, Angkat Sosok Perempuan Masa Kini Dalam Semangat KartiniTelkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi Industri Nasional
Jika nantinya dipasarkan, konsumen juga harus mendapat kepastian hukum bila kualitas produk tidak sesuai standar yang dijanjikan.
Langkah ini penting agar inovasi energi tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga aman dalam praktik.
Pengujian Awal Sudah Dimulai
Sebelumnya, pada pertemuan 14 April 2026, Ditjen Migas telah menyambut baik kehadiran Bobibos di tengah tekanan krisis energi global.
Tahapan awal dilakukan melalui pengambilan sampel di tangki penyimpanan sesuai standar internasional ASTM D4057.
Namun, hasil identifikasi internal menunjukkan bahwa spesifikasi Bobibos masih perlu penyempurnaan karena belum memenuhi beberapa parameter standar BBM maupun BBN yang berlaku.
