JABAR EKSPRES – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Ciamis menemukan dugaan peredaran minyak goreng merek Minyakita dengan desain kemasan yang tidak biasa saat inspeksi mendadak di Pasar Manis Ciamis, Jumat (24/4/2026). Temuan itu terjadi di tengah kelangkaan pasokan Minyakita dari Bulog yang sudah berlangsung selama dua minggu terakhir.
Ketua Satgas Pangan Kabupaten Ciamis, AKP Carsono, mengatakan inspeksi dilakukan bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), serta UPTD Pasar Manis. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan minyak goreng bersubsidi di pasaran.
“Dari hasil penelusuran, kami tidak menemukan Minyakita di beberapa toko. Namun, ada temuan minyak yang diduga Minyakita dengan kemasan berbeda, dijual sekitar Rp19 ribu per liter,” ujar Carsono.
Baca Juga:Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses PasarGeger Ikan Sapu-Sapu Dikubur Hidup-hidup, SAGAVET Unair Tawarkan Solusi Sesuai Syariat Islam!
Menurut Carsono, produk dengan kemasan berbeda tersebut masih dalam tahap pendalaman. Satgas Pangan tengah menelusuri asal-usul minyak goreng itu yang diduga berasal dari luar daerah Ciamis.
“Kami akan dalami dari mana asalnya. Karena Minyakita umumnya memiliki kemasan 1 liter dan 2 liter dengan standar tertentu. Ini perlu dipastikan apakah identik dengan produk resmi atau tidak,” katanya.
Carsono menegaskan pihaknya belum bisa memastikan keaslian produk tersebut sebelum dilakukan pengujian lebih lanjut bersama dinas terkait dan Bulog. Pemeriksaan akan meliputi kualitas minyak, kadar isi, hingga kesesuaian kemasan. Atas temuan itu, Satgas Pangan telah memberikan teguran lisan kepada pedagang agar sementara waktu tidak menjual produk tersebut.
“Jika teguran lisan tidak diindahkan, maka akan kami berikan surat peringatan, dan jika tidak diindahkan terus maka akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.
Satgas Pangan menduga kelangkaan Minyakita di pasaran berkaitan dengan distribusi bantuan pangan oleh Bulog, sehingga sebagian besar stok terserap ke program tersebut. Meski demikian, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Bulog agar distribusi Minyakita ke masyarakat segera kembali normal.
“Kami dorong Bulog agar segera mendistribusikan Minyakita ke pasaran. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika menemukan indikasi penimbunan atau peredaran Minyakita yang tidak sesuai,” ujar Carsono.
