JABAR EKSPRES – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Suci resmi meluncurkan langkah strategis untuk mempercepat cakupan kepesertaan semesta atau Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ).
Langkah ini diawali dengan menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi bersama Forum RT/RW se-Kota Bandung di Ruang Rapat Kantor Cabang Bandung Suci, Selasa (14/04/2026).
Kegiatan ini memfokuskan pada perlindungan bagi pekerja mandiri atau sektor Bukan Penerima Upah (BPU), dengan menempatkan pengurus kewilayahan dan tokoh komunitas sebagai ujung tombak edukasi.
Baca Juga:Siapkan Masa Depan Atlet Mahasiswa , Campus League Musim 1 Resmi DiluncurkanTargetkan Kembalikan Kejayaan, Ini 4 Poin Strategis Ketua DPC PPP Cimah Baru Fitriani Angelina Silaban
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Mohd. Faisal, menegaskan bahwa pengurus RT/RW memiliki peran krusial dalam menjangkau masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.
“Program Jejaring RT/RW dan Tempat Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini adalah strategi ‘jemput bola’ kami untuk melindungi pekerja informal atau rentan. Kami ingin pengurus RT/RW menjadi jembatan agar warga mandiri di lingkungannya segera terdaftar,” ujar Faisal.
Tak hanya perangkat RT/RW, fokus perlindungan juga diarahkan kepada para petugas rumah ibadah, seperti marbot dan pengurus masjid, yang selama ini memiliki peran besar di masyarakat namun seringkali luput dari perlindungan risiko kerja.
Untuk mempermudah masyarakat bergabung, BPJS Ketenagakerjaan memberikan penawaran menarik bagi pekerja mandiri (sektor non-transportasi). Terhitung per April 2026, tersedia diskon iuran sebesar 50%.
Skema Iuran: Hanya dengan Rp75.600, peserta sudah mendapatkan perlindungan penuh hingga Desember 2026.Manfaat Tetap Maksimal: Meski iuran didiskon, manfaat yang diterima tidak berkurang sedikitpun, mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).Dukungan Penuh Forum RT/RW Kota Bandung
Ketua Forum RT/RW Kota Bandung, Lili Maulana, S.Sos., menyambut positif inisiatif ini. Ia berkomitmen untuk menggerakkan jajarannya di tingkat kecamatan guna mengedukasi warga akan pentingnya jaminan sosial.
“Niat kami adalah mengimbau warga Kota Bandung agar sadar bahwa risiko kerja bisa terjadi kapan saja. Perlindungan ini adalah kebutuhan dasar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Lili.
Baca Juga:Lawan Food Waste, 'Masak Happy' Edukasi Warga Cimahi Olah Sisa Bahan Pangan Lebih BermanfaatMenjemput "Lembayung" di Jantung Ciwidey: Harmoni Baru Wisata di Bandung Selatan
Selain santunan kecelakaan kerja dan kematian, Faisal menambahkan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan dampak jangka panjang bagi keluarga, salah satunya melalui manfaat beasiswa bagi anak-anak peserta yang ditinggalkan.
