JABAR EKSPRES – Kesbangpol Kabupaten Bogor saat ini tengah menyeleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Seleksi paskibraka itu sudah masuk pada tahapan seleksi fisik (kesamaptaan) untuk mengukur ketahanan, kebugaran, dan mental calon anggota Paskibraka.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede mengatakan, seleksi paskibraka ini rutin diadakan setiap tahunnya.
Baca Juga:Temuan Aliran Listrik Diduga Tersambung ke PKL di Taman Heulang, PLN ULP Bogor Timur Lakukan Pengecekan PKL di Kawasan Taman Heulang Bakal Direlokasi, Pemkot Bogor Siapkan Area Festival Kuliner Kasintu
Kata dia, Kabupaten Bogor tahun ini membutuhkan sekitar 60 anggota paskibra dari hasil seleksi tersebut.
“Dari hasil seleksi ini nantinya dua orang anggota paskibra dari Kabupaten Bogor yang terbaik akan dikirim ke Provinsi, terus diseleksi lagi di Provinsi untuk dikirim ke pusat,” ujarnya, Selasa (21/4).
Untuk hasil seleksi anggota Paskibraka ini, Kesbangpol Kabupaten Bogor masih menunggu arahan dari program kaderisasi pemimpin bangsa berkarakter Pancasila yang dikelola oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Ferdinando melanjutkan, peserta yang lolos paskibraka ini akan mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih pada saat Hari Kemerdekaan RI tahun 2026.
Setelah itu, mereka akan diminta untuk mengibarkan kembali bendera sang saka merah putih di hari Pancasila tahun 2027 mendatang.
“Jadi nanti hari lahir Pancasila yang tahun ini dilakukan oleh Paskibraka yang rekrutmen tahun sebelumnya. Mereka yang lulus seleksi juga wajib tampil ketika dibutuhkan oleh kedaerahan,” ucapnya.
Adapun beberapa persyaratan-persyaratan yang harus disiapkan oleh perseta seleksi diantaranya wajib siswa kelas 10 SMA, tinggi badan 170 untuk laki-laki ran 165 untuk perempuan dengan berat badan proporsional.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan Pemuka Agama, Masyarakat Diminta TenangProdusen Pakan Hewan Peliharaan CPPETINDO Rayakan 9 Tahun, Siap Tembus Pasar Global Perkuat Komunitas Anabul
“Setelah seleksi administrasi, kita lakukan tes online komputer. Ini sistem gugur, setelah itu dilakukan seleksi baris berbaris,” pungkasnya.
