Sosok Kartini di SMPN 16 Cimahi: Perjalanan Popon Saadah yang 30 Tahun Lebih Mengabdi Mengajar Bahasa Sunda

Popon Saadah, Guru Bahasa Sunda di SMPN 16 Cimahi yang Mengabdikan Hidupnya untuk Mengajar dan Melestarikan Ba
Popon Saadah, Guru Bahasa Sunda di SMPN 16 Cimahi yang Mengabdikan Hidupnya untuk Mengajar dan Melestarikan Bahasa Sunda (Mong)
0 Komentar

“Semenjak sakit itu, cepat capek. Kalau pulang jam lima sore sudah lelah banget. Dulu mah biasa saja, sekarang sudah beda,” tuturnya.

Popon divonis mengidap kanker payudara pada 2023. Sejak saat itu, fisiknya tak lagi seprima dulu. Menjelang masa purnabakti pada Oktober 2026, ia mulai menghitung hari. Meski kepala sekolah sempat memintanya bertahan sebagai guru honorer pasca-pensiun, Popon memilih untuk benar-benar beristirahat.

“Ibu itu sudah capek, ingin menikmati pensiun, rasanya pensiun itu bagaimana gitu. Untungnya menjelang pensiun sakitnya. Oktober tahun ini, lima bulan lagi, sudah dihitung saja sama Ibu,” pungkasnya.

Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, Ratusan Warga TerdampakPolisi Bongkar Peredaran Narkoba di Jonggol, 1,1 Kg Ganja dan Sabu Disita

Bagi sivitas akademika di sekolahnya, Popon adalah representasi Kartini masa kini yang tak gentar menjaga muruah budaya. Pengabdiannya mengawal bahasa Sunda melintasi zaman bukanlah tanpa rintangan.

Sejak awal 90-an hingga gempuran era modern hari ini, ia tetap tegak berdiri di depan kelas, berikhtiar memastikan bahasa ‘Ibu’ tak lekang, apalagi pudar ditelan zaman. (Mong)

0 Komentar