“Di mana sekarang ini kan banyak sekali korban kekerasan yang salah satunya korban kekerasan tindakan bullying, lalu pelecehan juga. Nah ini semuanya dapat di apa diminimalisir, kemudian juga dapat ditangkal dengan adanya Forum Anak ini bisa nantinya anak-anak tersalurkan kepada kegiatan yang sifatnya positif,” kata Neneng menjelaskan.
Lebih jauh, Forum Anak juga dipandang sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda agar memiliki mental yang kuat dan rasa percaya diri di tengah derasnya arus perubahan digital.
“Itu relatif rapuh, meski secara tingkat inteligensinya sangat cerdas anak-anak sekarang itu mentalnya yang harus diberikan penguatan,” cetusnya.
Baca Juga:DPKP Cimahi Dihantam PR Banjir, 2 Kawasan Ini Langganan Tergenang Saat HujanImbas Geopolitik Dunia Harga Plastik Naik, Ini Strategi DLH Cimahi Tekan Sampah
Dengan penguatan tersebut, Forum Anak diharapkan mampu melahirkan generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menjadi bagian penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Ini yang memiliki mental-mental kuat, salah satunya adalah wadahnya melalui Forum Anak yang nantinya akan mereka bergerak pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif,” tuturnya.
Sementara itu, Pendamping Forum Anak Cimahi, Aisa Holle, menilai keterlibatan Forum Anak dalam mendorong terwujudnya Kota Layak Anak sudah mulai berjalan, meskipun belum optimal.
Ia menyebut, Forum Anak telah dilibatkan dalam sejumlah agenda strategis seperti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), sosialisasi hak anak, hingga kampanye perlindungan anak.
“Namun, keterlibatannya masih perlu ditingkatkan, bukan hanya sebagai peserta, tapi juga sebagai pemberi masukan yang benar-benar dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Jadi ke depan, peran Forum Anak diharapkan lebih aktif dan strategis, bukan sekadar formalitas,” kata Aisa.
Terkait indikator keaktifan dan dampak Forum Anak, Aisa menjelaskan bahwa ukuran utamanya meliputi keberadaan program kerja yang jelas dan berjalan, intensitas kegiatan seperti sosialisasi, kampanye, dan edukasi, serta partisipasi dalam forum resmi.
Selain itu, Forum Anak juga diharapkan mampu menyuarakan aspirasi anak dan menghasilkan dampak nyata di lingkungan, seperti terciptanya sekolah ramah anak dan meningkatnya kegiatan positif bagi anak.
Baca Juga:Peluang Cuan Besar bagi Indonesia, Barantin Ekspor Langsung Durian Beku ke ChinaHarga Minyakita Naik Tipis, Mendag Klaim Tidak Ada Kelangkaan Stok
“Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah atau stakeholder berjalan baik, jadi bukan cuma aktif kegiatan, tapi juga ada dampak yang dirasakan,” pungkasnya. (Mong)
