Gabungan Empat Desa Bersihkan Wilayah Ciarahong

Warga dari empat desa di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis melaksanakan jumat bersih di wilayah area dekat Jemb
Warga dari empat desa di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis melaksanakan jumat bersih di wilayah area dekat Jembatan Cirahong, Jumat (17/4/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Ketua PPDI Ciamis, Akhmad Himawan yang akrab disapa Mas Ahim, menyoroti persoalan status kepemilikan lahan yang menjadi ganjalan dalam optimalisasi penataan. Sebagian area di sekitar jembatan bersejarah tersebut berada di bawah kewenangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hal ini menyebabkan warga dan penggiat wisata kerap merasa khawatir jika ingin membangun fasilitas atau menata area secara permanen karena takut dituding melakukan pungutan liar atau melanggar aturan.

“Kami ingin menata agar lebih rapi, tapi takut dikira pungli dan masih terkendala izin. Harapannya, ini bisa jadi perhatian pemerintah agar ada kejelasan aturan, sehingga penataan bisa berjalan tanpa kekhawatiran melanggar,” ujar Mas Ahim.

Selain masalah lahan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian serius. Mengingat Jembatan Cirahong merupakan jalur aktif lintasan kereta api, potensi risiko kecelakaan maupun insiden sosial tidak bisa diabaikan. Belum lama ini, media sosial sempat dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan seorang pria diduga hendak mengakhiri hidup di atas rel kereta di kawasan tersebut. Kejadian itu menjadi alarm keras bagi semua pihak akan pentingnya keberadaan petugas penjaga tetap di lokasi.

Baca Juga:Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Ungkap Kebocoran PAD hingga Rp200 M, Pemkab Didesak Bentuk PansusKang Eful Dorong Ketahanan Pangan untuk Pemenuhan Gizi Keluarga 

“Kehadiran penjaga penting untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain menjaga keamanan, juga untuk mengingatkan pengunjung agar tetap tertib. Kami tidak ingin tragedi terjadi karena kelalaian,” tegas Ahim. (CEP).

Laman:

1 2
0 Komentar