JABAR EKSPRES – Warga mengungkap dugaan pelecehan seksual oleh seorang ustaz di Kampung Cikatapis, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Kasus terungkap setelah seorang anak enggan kembali mengaji karena merasa takut.
Warga berinisial F (35) mengatakan, dugaan tersebut bermula dari perubahan perilaku korban yang kemudian menceritakan perlakuan tidak pantas kepada orang tuanya.
Baca Juga:Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Ciamis, Tiga Santriwati Jadi Korban Oknum PengajarDugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Santri Sinatria Qurani Belum Usai, Proses Sidang Dinilai Banyak Kejanggalan
“Ada anak yang enggan mengaji karena takut, dan ada juga yang melapor ke ibunya soal perlakuan ustaz tersebut, orang tua tidak terima, lalu bersatu melapor ke RT,” ujar F saat dihubungi Jum’at (17/4/2026).
Mendapat laporan itu, warga mendatangi lokasi tempat mengaji yang sebelumnya dikelola pelaku. Namun saat didatangi, pelaku sudah tidak berada di tempat.
Menurut warga, pelaku merupakan anak seorang kiai dan sempat belajar di berbagai tempat sebelum membuka kegiatan mengaji sendiri.
“Dia sudah beristri, bikin tempat ngaji sendiri dan mengajar anak-anak di situ,” katanya.
Warga menduga pelaku sengaja menghindar dan dilindungi keluarganya.
“Pelaku buron, diduga disembunyikan karena berasal dari keluarga terpandang,” ujarnya.
Tindakan tersebut menuai kecaman warga karena dianggap mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lingkungan pendidikan agama, serta merugikan anak-anak sebagai korban.
