JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya pada tahun 2026.
Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, mengungkapkan bahwa indikasi awal musim kemarau sudah mulai terlihat sejak April 2026. Wilayah yang lebih dulu merasakan kondisi ini antara lain Karawang bagian tengah, Subang bagian tengah, serta sebagian Indramayu.
“Sebanyak 56% wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei 2026,” kata Vivi Indhira di Bandung, dikutip dari Antara, Rabu (15/4).
Baca Juga:Jelang Perebutan Gelar, Jadwal Persib vs Arema DimajukanPrediksi Liga Champions: Atletico Madrid Siap Jegal Barcelona di Metropolitano
Selanjutnya, sejumlah wilayah lain seperti sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur tengah, hingga Kota Bandung diperkirakan akan menyusul memasuki musim kemarau pada Juni 2026.
Secara keseluruhan, sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat mengalami kemarau lebih awal dibandingkan pola normal. Sementara itu, 25 persen wilayah diperkirakan mengikuti pola musim seperti biasanya, dan sekitar 7 persen lainnya justru mengalami kemarau lebih lambat.
Tidak hanya datang lebih cepat, musim kemarau tahun ini juga diprediksi lebih kering dari kondisi normal. BMKG menyebutkan sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode kemarau.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus di sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat. Sedangkan sebagian kecil wilayah lainnya diprediksi mencapai puncak kemarau pada Juli dan September.
Selain itu, durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan. Langkah yang disarankan meliputi optimalisasi pengelolaan sumber daya air seperti waduk dan embung, serta penghematan penggunaan air.
Di sektor pertanian, para petani diharapkan menyesuaikan kalender tanam dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Baca Juga:Rehat 24 Hari, Manchester United Tetap Keok di Tangan Leeds United!Skenario Manchester City Juara Liga Inggris 2026, Arsenal Mulai Panik
BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.***
